Beranda DAERAH Serap Aspirasi Warga, Saeful Islam Tegaskan Penanganan Banjir Tak Bisa Parsial‎

Serap Aspirasi Warga, Saeful Islam Tegaskan Penanganan Banjir Tak Bisa Parsial‎

15
0
Reses di Cikarang Utara, Saeful Islam Tekankan Sinergi Atasi Banj. ir Tahunan. (AlexaPodcast.ID)
Reses di Cikarang Utara, Saeful Islam Tekankan Sinergi Atasi Banj. ir Tahunan. (AlexaPodcast.ID)

BEKASI, AlexaPodcast.ID – Persoalan banjir masih menjadi keluhan utama warga Perumahan Puri Cikarang Hijau, Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara.

‎Hal ini mengemuka dalam kegiatan reses masa persidangan II Tahun Sidang 2026 yang digelar Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi PKS, Saeful Islam, pada Sabtu (2/5/2026).

‎Kegiatan reses tersebut menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat. Sejumlah aspirasi disampaikan warga, dengan persoalan banjir menjadi isu paling dominan.

‎Warga mengungkapkan, banjir kerap terjadi setiap kali hujan dengan intensitas tinggi. Air dengan cepat menggenangi jalan hingga masuk ke rumah, bahkan membutuhkan waktu lama untuk surut.

‎Salah satu warga, Mashabi, mengatakan kondisi tersebut telah berlangsung bertahun-tahun tanpa solusi yang tuntas. Ia berharap adanya perbaikan drainase serta normalisasi saluran air agar banjir tidak terus berulang.

‎Menurut warga, penyebab banjir tidak hanya karena curah hujan tinggi, tetapi juga akibat buruknya sistem drainase lingkungan.

‎“Setiap hujan deras, air langsung naik. Kadang sampai masuk ke rumah. Kami butuh perbaikan drainase dan normalisasi saluran, supaya tidak terus jadi masalah tahunan,” ujar Mashabi.

‎Banyak saluran air mengalami pendangkalan, penyempitan, hingga tersumbat sampah. Selain itu, kapasitas saluran dinilai tidak lagi memadai seiring pesatnya perkembangan kawasan.

‎Menanggapi hal itu, Saeful Islam menegaskan bahwa persoalan banjir tidak bisa ditangani secara parsial. Ia menilai diperlukan penanganan komprehensif yang melibatkan pemerintah daerah, pengembang, serta masyarakat.

‎“Jangan sampai pengembang dablek. Bangun perumahan, tapi tidak memperhatikan sistem drainase dan tata kelola air. Akhirnya yang dirugikan warga,” ucap Saeful Islam.

‎Ia juga menyoroti peran pengembang perumahan yang dinilai kurang memperhatikan aspek lingkungan, khususnya sistem drainase.

‎Saeful menekankan bahwa penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari perbaikan drainase lingkungan, peningkatan kapasitas saluran, hingga normalisasi aliran sungai yang terintegrasi.

‎“Ini tidak bisa tambal sulam. Harus ada penanganan serius dan terintegrasi, mulai dari drainase lingkungan sampai normalisasi kali,” ujar Saeful Islam.

‎Selain itu, ia mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah ke saluran air.

‎Sebagai langkah konkret, Saeful mendorong pemerintah daerah untuk segera melakukan pemetaan wilayah rawan banjir, khususnya di kawasan permukiman padat. Data tersebut dinilai penting sebagai dasar perencanaan penanganan yang tepat sasaran.

‎Ia juga memastikan seluruh aspirasi warga akan dikawal hingga masuk dalam pembahasan dan penganggaran di DPRD Kabupaten Bekasi.

‎“Kita pastikan ini dikawal sampai masuk pembahasan dan penganggaran. Ini kebutuhan dasar masyarakat yang harus segera ditangani,” pungkasnya. (Bento)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini