Beranda DAERAH Awning BUMDes Rengasdengklok Selatan Disorot, Kontribusi PAD hingga Aset Desa Dipertanyakan

Awning BUMDes Rengasdengklok Selatan Disorot, Kontribusi PAD hingga Aset Desa Dipertanyakan

51
0

KARAWANG – Polemik pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, mencuat. Sorotan tertuju pada pengelolaan unit awning yang disebut dibangun menggunakan dana BUMDes.

Nondi Sukmadaru, mantan Ketua RT di Rengasdengklok Selatan, mempertanyakan kontribusi pengelolaan awning tersebut terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes).

Menurutnya, selama masa pengelolaan, awning tersebut diduga belum memberikan kontribusi yang jelas terhadap pendapatan desa. Atas dasar itu, Nondi mendesak pemerintah melakukan audit menyeluruh dan transparan terhadap pengelolaan BUMDes serta aset terkait.

“Pengelolaan aset desa harus transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Jika memang dikelola melalui BUMDes, tentu masyarakat berhak mengetahui sejauh mana kontribusinya terhadap PADes,” ujar Nondi.

Selain persoalan BUMDes, Nondi turut menyoroti dugaan pemanfaatan fasilitas umum di kawasan Lapangan Basket Alun-alun Rengasdengklok. Area tersebut disebut telah dikelilingi sejumlah unit awning selama bertahun-tahun, sehingga dinilai mengurangi fungsi ruang publik bagi masyarakat.

Di tengah polemik tersebut, Nondi juga mengajukan proposal bertajuk “Gerakan Revolusi Mental Karang Taruna Rengasdengklok” kepada pemerintah daerah.

Proposal itu membawa gagasan pembenahan organisasi kepemudaan dengan mengembalikan fungsi Karang Taruna sebagai wadah pembinaan generasi muda, penjaga fasilitas umum, sekaligus mitra pemerintah.

Nondi mengaku telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Camat Rengasdengklok, Panji Santoso. Menurut pengakuannya, camat menyampaikan tidak menginginkan adanya kekisruhan.

Sementara itu, saat dikonfirmasi awak media terkait polemik tersebut, Camat Rengasdengklok memberikan tanggapan singkat.

“Sedang ada pemeriksaan Inspektorat Provinsi,” ujarnya.

Pernyataan tersebut semakin menarik perhatian publik. Masyarakat kini menunggu hasil pemeriksaan sekaligus kejelasan mengenai tata kelola awning, kontribusinya terhadap PADes, serta status pemanfaatan fasilitas umum di kawasan Alun-alun Rengasdengklok.

Audit yang transparan dinilai penting untuk menjawab berbagai dugaan yang berkembang. Sebab, BUMDes sejatinya dibentuk untuk mendorong perekonomian desa dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan Inspektorat Provinsi maupun rincian kontribusi pengelolaan awning terhadap PADes Rengasdengklok Selatan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini