Beranda NASIONAL Serdik Sespimmen 66 Turun ke Lembang, Edukasi Warga Hadapi Ancaman Kejahatan Digital

Serdik Sespimmen 66 Turun ke Lembang, Edukasi Warga Hadapi Ancaman Kejahatan Digital

24
0
Polri Perkuat Literasi Siber, Serdik Sespimmen Angkatan 66. (AlexaPodcast.ID)
Polri Perkuat Literasi Siber, Serdik Sespimmen Angkatan 66. (AlexaPodcast.ID)

CIMAHI, AlexaPodcast.ID – Ancaman kejahatan digital yang semakin masif mendorong Polri mengambil langkah proaktif melalui edukasi langsung kepada masyarakat.

‎Tiga peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Dikreg ke-66 Tahun 2026 turun ke lapangan menggelar sosialisasi kamtibmas bertema “Antisipasi Kejahatan Digital” di Aula Polsek Lembang, wilayah hukum Polres Cimahi.

‎Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi nyata peran calon pemimpin Polri dalam menjawab tantangan era digital.

‎Tiga Serdik yang terlibat, yakni Rizky Adi Saputro, Agung Yudiawan, dan Sebastian Saragih, hadir sebagai narasumber dengan memaparkan berbagai modus kejahatan digital yang kini marak terjadi, seperti penipuan online, phishing, hingga penyalahgunaan data pribadi.

‎“Kejahatan digital bukan lagi ancaman abstrak, tetapi sudah menjadi realitas yang bisa menimpa siapa saja,” ujar.

‎Dengan pendekatan dialogis, sosialisasi berlangsung interaktif melalui pemaparan materi, diskusi terbuka, serta sesi tanya jawab.

‎“Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam perlindungan masyarakat di era digital,” tambahnya.

‎Masyarakat Kecamatan Lembang tampak antusias, aktif menyampaikan pengalaman dan persoalan yang mereka hadapi di ruang digital, mencerminkan tingginya kebutuhan literasi keamanan siber di tingkat masyarakat.

‎“Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam perlindungan masyarakat di era digital,” ungkapnya.

‎Para Serdik menegaskan bahwa kejahatan digital bukan lagi ancaman yang jauh, melainkan realitas yang dapat menimpa siapa saja.

‎Oleh karena itu, peningkatan kesadaran, kewaspadaan, dan kecakapan digital menjadi langkah utama dalam upaya pencegahan.

‎Kegiatan ini juga menegaskan komitmen Polri untuk tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom masyarakat melalui edukasi di era digital.

‎Sinergi antara aparat dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan siber.

‎Melalui sosialisasi ini, Polri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih cerdas, kritis, dan waspada dalam beraktivitas di dunia digital, sebagai upaya bersama menjaga keamanan di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini