Beranda PERISTIWA Kebakaran Pabrik Pelumas di Bekasi, Mesin Produksi Diduga Jadi Pemicu

Kebakaran Pabrik Pelumas di Bekasi, Mesin Produksi Diduga Jadi Pemicu

17
0
Kebakaran Pabrik di Bojong Menteng. (AlexaPodcast.ID)
Kebakaran Pabrik di Bojong Menteng. (AlexaPodcast.ID)

BEKASI, AlexaPodcast.ID – Kebakaran melanda fasilitas produksi pelumas padat milik PT Harfacindo Raya di kawasan Bojong Menteng, Rawalumbu, Kota Bekasi, pada Senin (20/4/2026) siang.

‎Insiden yang terjadi sekitar pukul 11.25 WIB itu diduga dipicu malfungsi mesin produksi di dalam pabrik. Api dengan cepat menghanguskan area seluas kurang lebih 50 meter persegi.

‎Kepulan asap hitam pekat sempat membubung tinggi dan terlihat jelas dari kawasan permukiman warga sekitar, hingga memicu kepanikan dan viral di media sosial.

‎Komandan Kompi C Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi, Yudiman, mengungkapkan bahwa titik api pertama kali diketahui oleh karyawan di area mesin pemanas (heater) pembuatan gemuk dari oli.

‎“Karyawan melihat api sudah menyala pada mesin produksi (heater) pembuatan gemuk dari oli. Api sudah coba dipadamkan, akan tetapi semakin membesar,” ujar Yudiman.

‎Upaya pemadaman awal yang dilakukan pekerja tidak berhasil, karena api dengan cepat membesar dan merambat ke bagian lain fasilitas produksi.

‎Petugas pemadam kebakaran kemudian dikerahkan ke lokasi untuk mencegah api meluas. Sebanyak tujuh unit mobil pemadam dan dua unit rescue diterjunkan guna menjinakkan si jago merah.

‎“Kami menerjunkan tujuh unit mobil pemadam dan dua unit rescue untuk menangani kebakaran di lokasi,” jelasnya.

‎Proses pemadaman berlangsung selama kurang lebih dua jam. Api akhirnya berhasil dikendalikan dan memasuki tahap pendinginan sekitar pukul 14.20 WIB.

‎“Kebakaran baru selesai ditangani sekitar pukul 14.20 WIB dan saat ini masuk tahap pendinginan,” katanya.

‎Meski sempat melumpuhkan aktivitas pabrik, pihak berwenang memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa ini.

‎“Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian masih dalam proses pendataan,” tambah Yudiman.

‎Hingga saat ini, total kerugian materiil masih dalam proses pendataan oleh pihak manajemen perusahaan.

(Bento)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini