KARAWANG, AlexaPodcast.ID – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Amran Sulaiman, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke JDP Karawang 1 Logistic Park, Kamis (23/4/2026).
Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan langsung kondisi stok beras nasional yang diklaim telah mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Dalam kunjungan itu, Amran didampingi Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani.
Lokasi yang ditinjau merupakan gudang milik swasta yang disewa Bulog guna menampung Cadangan Beras Pemerintah (CBP), menyusul melimpahnya produksi dalam negeri.
Amran mengungkapkan, per 23 April 2026 pagi, stok beras nasional telah menembus lebih dari 5 juta ton. Angka tersebut menjadi capaian tertinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
“Hari ini, 23 April 2026 pukul 08.55 WIB, stok beras seluruh Indonesia mencapai lebih dari 5 juta ton. Ini pertama dalam sejarah,” ujar Amran Sulaiman.
Ia menjelaskan, melimpahnya stok membuat Bulog harus menyewa tambahan gudang di berbagai wilayah, termasuk di Karawang yang saat ini kondisinya hampir penuh.
“Ini adalah hasil kerja keras kita semua, capaian yang belum pernah terjadi sebelumnya,” tambahnya.
Secara nasional, pemerintah telah menyewa gudang dengan kapasitas hingga jutaan ton untuk mengantisipasi lonjakan stok.
“Kapasitas gudang Bulog terbatas, sehingga kami menyewa gudang tambahan hingga jutaan ton di seluruh Indonesia,” ucapnya.
Keterbatasan kapasitas gudang Bulog yang hanya sekitar 3 juta ton menjadi alasan utama langkah tersebut.
Dengan kondisi ini, pemerintah optimistis Indonesia tidak perlu melakukan impor beras dalam waktu dekat.
“Dengan stok melimpah ini, kita optimistis tidak perlu impor beras untuk kebutuhan tahun ini,” pungkasnya.
Capaian tersebut dinilai sebagai hasil kerja sama lintas sektor dalam menjaga produksi dan stabilitas pangan nasional.







