KARAWANG – Upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Karawang terus digencarkan.
Kali ini, Polresta Karawang menyasar kalangan pelajar melalui ajang Polres Cup 2026 yang dikemas dalam lomba Polisi Cilik dan Ketangkasan Baris Berbaris.
Kegiatan yang berlangsung di Mapolresta Karawang, Sabtu (29/8/2026), itu diikuti 41 sekolah, mulai dari jenjang SD hingga SMA.
Bukan sekadar adu ketangkasan dan kedisiplinan, para pelajar yang mengikuti kegiatan tersebut juga didorong menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah, keluarga hingga tempat tinggalnya.
Kapolresta Karawang Kombes Pol. Mario Prahatinto mengatakan, edukasi tertib berlalu lintas harus ditanamkan sejak usia dini.
Menurutnya, keselamatan di jalan bukan hanya urusan polisi, tetapi menjadi kebutuhan dan tanggung jawab seluruh masyarakat.
“Para peserta lomba diharapkan dapat menjadi agent of change atau agen perubahan dalam mengkampanyekan bahwa keselamatan berlalu lintas adalah suatu kebutuhan, sehingga angka kecelakaan di wilayah Karawang dapat dikurangi,” kata Mario usai membuka perlombaan.
Ia menilai pelajar memiliki peran penting dalam membangun budaya tertib berlalu lintas.
Pesan keselamatan yang disampaikan dari kalangan pelajar diharapkan bisa lebih mudah diterima dan kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain kampanye keselamatan berlalu lintas, Polres Cup 2026 juga menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda.
Disiplin, etika, tanggung jawab, kekompakan dan kebersamaan menjadi nilai yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
“Tujuan dilaksanakannya perlombaan ini adalah kami dari Polres Karawang mendukung penuh dunia pendidikan. Salah satunya melalui kegiatan ini guna mendukung dan meningkatkan disiplin, rasa tanggung jawab, etika, maupun kebersamaan generasi muda sebagai bekal mereka untuk memimpin di masa yang akan datang,” jelasnya.
Dalam kompetisi tersebut, para peserta juga memperebutkan sejumlah kategori penghargaan, termasuk kostum terbaik.
Polresta Karawang berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai perlombaan seremonial. Lebih jauh, para peserta diharapkan benar-benar membawa pesan keselamatan lalu lintas ke lingkungan masing-masing.
Sebab, menjadi pelajar berprestasi bukan hanya soal menang lomba, tetapi juga berani menjadi contoh saat berada di jalan raya.







