KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 tingkat Kabupaten Karawang di Lapang Karangpawitan 2, Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, Jumat (12/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim” tersebut dihadiri unsur Forkopimda, kepala OPD, dunia usaha, serta berbagai elemen masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Bupati Karawang Aep Syaepuloh, Wakil Bupati Karawang H. Maslani, Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah, Kasdim 0604/Karawang Mayor Inf Saeful Husna, Plh Kajari Karawang Deby Febriantika Fauzi, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Karawang Dr. Riki Perdana Raya Waruwu, perwakilan Yonif 305/Tengkorak, Sekda Karawang H. Asep Aang Rahmatullah, serta para kepala perangkat daerah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa, laporan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, hingga penandatanganan kerja sama offtaker hasil pengolahan sampah dari TPST antara Pemerintah Kabupaten Karawang dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.
Selain itu, dilakukan penyerahan hadiah lomba pemilihan Duta Sekolah Adiwiyata tingkat SMA/SMK/MA sederajat yang diraih oleh SMAN 1 Cikampek, SMAN 1 Lemahabang, dan SMAN 2 Cikampek.
Pemerintah Kabupaten Karawang juga memberikan apresiasi kepada sejumlah perusahaan yang dinilai berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan.
Dalam sambutannya, Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyampaikan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui aksi nyata.
“Tema Saatnya Bekerja untuk Iklim harus kita sikapi dengan tindakan konkret. Lingkungan harus kita jaga bersama demi keberlangsungan hidup dan masa depan generasi yang akan datang,” ujar Aep.
Bupati mengungkapkan, pada peringatan tahun ini dilakukan penanaman 1.931 bibit pohon yang berasal dari dukungan 33 perusahaan. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Aep juga menyoroti berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi saat ini, mulai dari perubahan iklim, peningkatan suhu bumi, kenaikan muka air laut, cuaca ekstrem, hingga ancaman terhadap ketahanan pangan dan kehidupan masyarakat.
Selain itu, persoalan sampah masih menjadi isu penting yang harus ditangani secara bersama. Menurutnya, pola pengelolaan sampah yang masih berorientasi pada sistem kumpul-angkut-buang menyebabkan banyak tempat pemrosesan akhir mengalami kelebihan kapasitas.
“Kerusakan lingkungan tidak hanya persoalan sampah, tetapi juga mencakup pencemaran udara, pencemaran air, kerusakan lahan, deforestasi, hilangnya keanekaragaman hayati hingga pencemaran mikroplastik yang mengancam kesehatan dan keseimbangan ekosistem,” katanya.
Sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia yang juga memiliki wilayah pertanian dan pesisir yang luas, Karawang menghadapi tantangan lingkungan yang cukup kompleks.
Karena itu, Bupati mengajak seluruh elemen pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga lingkungan.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolis oleh Forkopimda bersama jajaran pemerintah daerah dan perwakilan perusahaan yang turut berpartisipasi memberikan bantuan bibit pohon.
Bupati berharap semangat Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dapat menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
“Dengan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari, Karawang tidak hanya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi daerah yang nyaman dihuni serta mampu mewariskan kualitas lingkungan yang baik bagi generasi mendatang,” pungkasnya.
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga selesai.







