KARAWANG, AlexaPodcast.ID – Praktik rekrutmen dini atau dikenal dengan istilah Ijon melalui Bursa Kerja Khusus (BKK) terus menjadi strategi efektif dalam menyiapkan lulusan SMK agar siap terserap ke dunia industri.
Ijon dalam BKK merupakan proses seleksi calon tenaga kerja dari siswa SMK tingkat akhir sebelum mereka resmi dinyatakan lulus.
Dalam praktiknya, perusahaan datang langsung ke sekolah untuk melakukan tahapan seleksi seperti tes tertulis, wawancara, hingga psikotes, meskipun siswa masih dalam masa pembelajaran dan belum menyelesaikan ujian akhir.
Siswa yang dinyatakan lolos akan langsung diterima bekerja setelah resmi lulus dan menerima ijazah. Istilah ijon sendiri diambil dari praktik pertanian, yakni membeli hasil panen sebelum dipetik atau matang.
Komitmen tersebut juga ditunjukkan oleh SMKN 1 Batujaya yang mengikutsertakan 22 siswa kelas XII untuk ambil bagian dalam tes Ijon BKK.
Kegiatan seleksi ini digelar di SMKN Jayakerta pada Rabu, 21 Januari 2026, dengan peserta yang berasal dari SMKN Batujaya, SMKN Pakisjaya, SMKN Jayakerta, SMKN Tirtajaya, serta SMAN 1 Cibuaya.
Ketua Forum Komunikasi Bursa Kerja Khusus (FKBKK) Korwil Rengasdengklok, Tjipta Hadiwijaya, mengatakan bahwa perkembangan siswa SMK memang harus diarahkan pada kesiapan praktik dan dunia industri sejak dini.
“SMK harus berkembang dengan pesat dan menggandeng berbagai perusahaan, karena itulah semangat kami para pengelola BKK sekolah. Terutama melalui tes Ijon yang benar-benar menguji mental dan keterampilan siswa sebelum masuk ke perusahaan,” ujar Tjipta, Jumat (23/01/2026).
Menurutnya, pelaksanaan tes Ijon BKK SMK sejauh ini menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Bahkan, BKK SMKN Batujaya kini rutin membuka open recruitment dengan menggandeng berbagai perusahaan, baik di wilayah Karawang maupun luar kabupaten.
SMKN Batujaya sudah mulai rutin membuka open recruitment untuk lulusan, tidak hanya dari SMKN Batujaya sendiri tetapi juga dari sekolah lain.
”Kami juga telah bekerja sama dengan berbagai perusahaan di Karawang maupun luar kabupaten untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja dan meminimalisir angka pengangguran, khususnya di Kecamatan Batujaya,” lanjutnya.
Melalui program tersebut, diharapkan Dinas Tenaga Kerja dapat memberikan prioritas kepada lulusan SMK yang terbukti telah dibekali keterampilan dan mental kerja yang kuat, sehingga mampu bersaing dan berkontribusi langsung di sektor industri. (Anggi)







