Beranda NASIONAL Kemensos dan BRIN Kolaborasi Perkuat Sekolah Rakyat, Gus Ipul Tekankan Peran Wali...

Kemensos dan BRIN Kolaborasi Perkuat Sekolah Rakyat, Gus Ipul Tekankan Peran Wali Asuh

33
0

BEKASI — Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta para wali asuh dan wali asrama Sekolah Rakyat menjadi teladan sekaligus pendamping bagi para siswa.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses belajar di kelas, tetapi juga kedisiplinan dan pembinaan karakter di lingkungan asrama.

Hal tersebut disampaikan Gus Ipul dalam keterangan tertulis pada Kamis (8/10/2026), saat mengunjungi Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial.

Ia menegaskan, wali asuh dan wali asrama memiliki peran penting karena berinteraksi langsung dengan siswa setiap hari.

Mereka dinilai menjadi pihak yang paling mengetahui perkembangan, perilaku, serta kebutuhan pendampingan masing-masing siswa.

“Keberhasilan penyelenggaraan Sekolah Rakyat salah satunya ditentukan oleh seberapa jauh wali asrama bekerja melakukan pendampingan siswa-siswa Sekolah Rakyat,” kata Gus Ipul.

Ia menambahkan, para wali asuh dan wali asrama tidak cukup hanya menjalankan rutinitas harian. Mereka harus hadir sebagai pembimbing, teladan, sekaligus orang tua bagi siswa selama menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat.

“Saudara-saudaralah yang bertemu setiap hari dengan siswa-siswa Sekolah Rakyat. Saudara-saudaralah yang setiap hari mengetahui perkembangan siswa Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Gus Ipul juga mengingatkan bahwa setiap siswa memiliki latar belakang dan kebutuhan yang berbeda.

Sebagian di antaranya menghadapi persoalan yang membutuhkan perhatian khusus, sementara yang lain memerlukan bimbingan untuk mengembangkan potensi dan membangun karakter.

Karena itu, ia meminta para wali asuh dan wali asrama menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, empati, dan ketulusan.

“Jadilah kompas moral, jadilah teladan, jadi pembimbing, jadi orang tua dari siswa-siswi Sekolah Rakyat yang sebagian punya masalah besar, sebagian lagi perlu bimbingan,” tegasnya.

Ia berharap, setelah mengikuti kegiatan tersebut, seluruh peserta dapat meningkatkan kualitas pendampingan dan bekerja secara maksimal demi mendukung keberhasilan pendidikan siswa.

“Saya berharap pulang dari sini bekerja secara sungguh-sungguh, totalitas, dengan empati, dengan hati, penuh tanggung jawab. Disiplin, saling mengingatkan, saling mengawasi,” pungkas Gus Ipul.

Penguatan peran wali asuh dan wali asrama diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kemandirian siswa Sekolah Rakyat.

(Saepudin/Bento)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini