Beranda DAERAH GMBI Kota Bekasi Minta Musibah Kecelakaan Kereta Tak Dijadikan Ajang Membandingkan Kepedulian...

GMBI Kota Bekasi Minta Musibah Kecelakaan Kereta Tak Dijadikan Ajang Membandingkan Kepedulian Pejabat

24
0
GMBI Sebut Wali Kota Bekasi Hadir Sejak Awal Musibah. (AlexaPodcast.ID)
GMBI Sebut Wali Kota Bekasi Hadir Sejak Awal Musibah. (AlexaPodcast.ID)

BEKASI, AlexaPodcast.ID – Wakil Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) Distrik Kota Bekasi, Delvin Chaniago, menyayangkan munculnya sejumlah narasi yang membandingkan tingkat kepedulian pejabat dalam penanganan musibah kecelakaan kereta api di Kota Bekasi.

‎Menurut Delvin, pemberitaan yang berkembang di sejumlah platform dinilai kurang tepat karena seolah-olah menggambarkan Wali Kota Bekasi tidak menunjukkan kepedulian terhadap korban insiden tabrakan kereta api yang terjadi pada Senin (27/04/2026).

‎Ia menegaskan, berdasarkan pengamatan di lapangan, Wali Kota Bekasi telah melakukan sejumlah langkah konkret sejak awal kejadian.

Di antaranya langsung mendatangi lokasi kejadian di Stasiun Bekasi Timur, hingga melakukan peninjauan ke RSUD Kota Bekasi pada hari berikutnya guna memastikan kondisi korban.

‎“Sejak awal kejadian, beliau hadir langsung di lokasi. Kemudian keesokan harinya meninjau korban di RSUD untuk memastikan penanganan berjalan optimal,” ujar Delvin.

‎Delvin juga menyebut, dari sejumlah video yang beredar, Wali Kota Bekasi terlihat menyapa satu per satu korban yang sedang menjalani perawatan medis serta memastikan kebutuhan mereka terpenuhi.

‎Lebih lanjut, ia menilai Pemerintah Kota Bekasi telah berupaya maksimal dalam memastikan seluruh aspek penanganan korban berjalan dengan baik, mulai dari pelayanan medis hingga pendampingan keluarga.

‎Pemerintah, kata dia, juga berkoordinasi langsung dengan tenaga medis dan manajemen rumah sakit guna memastikan ketersediaan ruang perawatan, tenaga kesehatan, serta percepatan penanganan bagi korban dengan kondisi serius.

‎Selain itu, pemerintah juga memastikan seluruh biaya penanganan korban ditanggung sepenuhnya agar proses pelayanan tidak terhambat dan korban dapat fokus pada pemulihan.

‎Delvin pun mengingatkan agar musibah kemanusiaan tidak dijadikan sebagai bahan perbandingan kepedulian antar pejabat.

‎“Yang terpenting adalah penanganan korban berjalan maksimal. Jangan sampai musibah ini justru dijadikan narasi siapa yang lebih peduli,” tegasnya. (Bento)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini