Beranda DAERAH Polemik BUMDes Berkah Rahayu Dewisari, Warga Desak Audit Anggaran Ratusan Juta‎

Polemik BUMDes Berkah Rahayu Dewisari, Warga Desak Audit Anggaran Ratusan Juta‎

15
0
Polemik BUMDes Dewisari. (AlexaPodcast.ID)
Polemik BUMDes Dewisari. (AlexaPodcast.ID)

KARAWANG, AlexaPodcast.ID – Polemik pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) kembali mencuat. Kali ini terjadi di Desa Dewisari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.

‎BUMDes Berkah Rahayu yang sebelumnya digadang-gadang menjadi pendorong perekonomian masyarakat desa, dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Anggaran ratusan juta rupiah yang disebut-sebut dialokasikan untuk sektor pertanian kini menjadi sorotan warga.

‎Berdasarkan informasi yang dihimpun, usaha pertanian yang dikelola BUMDes telah beberapa kali melakukan panen.

Namun hingga saat ini, tidak ada laporan terbuka kepada masyarakat terkait hasil usaha tersebut, baik mengenai keuntungan maupun kerugian.

‎Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Sejumlah warga mempertanyakan transparansi pengelolaan modal BUMDes yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

‎Warga menilai, sebagai lembaga yang dibiayai dari anggaran desa, pengelolaan BUMDes seharusnya dilakukan secara terbuka dan akuntabel.

Mereka mendesak agar dilakukan audit terhadap penggunaan anggaran, guna memastikan tidak terjadi penyalahgunaan dana.

‎Masyarakat berharap pemerintah desa segera memberikan klarifikasi dan membuka laporan keuangan secara transparan, demi menjaga kepercayaan publik serta memastikan dana desa benar-benar dimanfaatkan untuk kesejahteraan bersama.

‎Salah seorang warga Desa Dewisari mengatakan, pihaknya hanya ingin adanya keterbukaan.

‎“Kami tidak menuduh, tapi ingin kejelasan. Kalau memang untung, sampaikan. Kalau rugi, juga harus dijelaskan. Jangan sampai uang rakyat hanya dinikmati segelintir orang,” ujarnya.

‎Warga pun menegaskan bahwa audit diperlukan demi menjaga integritas dan keberlanjutan BUMDes sebagai penggerak ekonomi desa.

(Lan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini