Beranda DAERAH Bahaya Mengintai, Kabel Jaringan Tumpang Tindih Rusak Wajah Jalur Nasional Cirebon

Bahaya Mengintai, Kabel Jaringan Tumpang Tindih Rusak Wajah Jalur Nasional Cirebon

54
0
Kabel Jaringan Semrawut di Jalur Pantura Cirebon. (AlexaPodcast.ID)
Kabel Jaringan Semrawut di Jalur Pantura Cirebon. (AlexaPodcast.ID)

CIREBON, AlexaPodcast.ID – Kondisi infrastruktur kabel jaringan di sepanjang Jalur Pantura Sunan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, kini semakin mengkhawatirkan.

‎Tumpang tindih kabel listrik dan telekomunikasi yang menjuntai rendah tak hanya merusak estetika lingkungan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan warga serta pemilik bangunan di sekitarnya.

‎Pantauan di lapangan pada Minggu (4/1/2026) pagi, tepatnya di wilayah Desa Suranenggala, menunjukkan kabel-kabel jaringan membentang tidak beraturan.

‎Bahkan, sebagian kabel terlihat menyentuh langsung atap rumah warga dan bangunan tempat usaha.

‎Kondisi ini dinilai rawan memicu korsleting listrik hingga kebakaran, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.

‎Fenomena kabel semrawut tersebut ternyata tidak hanya terjadi di Desa Suranenggala.

‎Keluhan serupa juga disampaikan warga di sejumlah wilayah lain di Kabupaten Cirebon, seperti Kecamatan Susukan dan Klangenan.

‎Sepanjang jalur utama Pantura yang seharusnya tertata rapi, justru dipenuhi pemandangan kabel menjuntai yang menyerupai “benang kusut” di udara.

‎Salah seorang warga, Beben, mengaku resah dengan keberadaan kabel-kabel yang diduga ilegal atau tidak berizin dan menumpang di tiang-tiang milik penyedia layanan resmi.

‎Menurut keterangan Beben, kondisinya sudah sangat semrawut. Bukan cuma di Suranenggala, di kecamatan lain seperti Susukan dan Klangenan juga sama saja.

‎”Kami mohon kepada pihak terkait, terutama Telkom, untuk segera menertibkan kabel-kabel ilegal yang asal numpang di tiang-tiang tersebut sebelum jatuh korban,” ujar Beben.

‎Keresahan serupa juga disampaikan Camadi (50), warga setempat. Ia mengatakan, sejak beberapa waktu terakhir, intensitas hujan dan angin kencang membuat banyak kabel terlepas dari pengikat tiang, sehingga posisinya semakin rendah dan membahayakan.

‎“Sejak sering hujan dan angin, kabel-kabel banyak yang lepas dari tiang. Ini sangat mengkhawatirkan. Kabel membentang rendah di depan rumah warga, jelas mengganggu dan berbahaya,” kata Camadi.

‎Camadi juga mempertanyakan kejelasan kepemilikan kabel-kabel tersebut, apakah milik perusahaan negara atau swasta, yang dinilai asal menumpang tanpa penataan yang baik.

‎“Ini sebenarnya milik perusahaan Telkom atau swasta? Jangan asal numpang, harus jelas dan ditata. Selain mengancam keselamatan, juga merusak keindahan lingkungan,” tegasnya.

‎Warga berharap adanya koordinasi lintas instansi, mulai dari PLN, Telkom, hingga pemerintah daerah, untuk melakukan audit dan penertiban kabel jaringan di sepanjang Jalur Pantura.

‎Selain demi keselamatan, langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga wajah kota di jalur nasional agar tetap tertib dan nyaman.

‎Hingga berita ini diturunkan, warga masih menantikan langkah nyata dari pihak provider dan dinas terkait untuk melakukan perapian atau pengalihan jalur (re-routing) kabel agar tidak lagi membentang rendah di atas atap bangunan milik warga. (Kirno)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini