Beranda Uncategorized Anggaran Rp1,49 Miliar, Pembangunan RKB SMAN 1 Rawamerta Disorot: Beton Keropos hingga...

Anggaran Rp1,49 Miliar, Pembangunan RKB SMAN 1 Rawamerta Disorot: Beton Keropos hingga K3

26
0

KARAWANG — Pembangunan ruang kelas baru (RKB) di SMAN 1 Rawamerta, Kabupaten Karawang, menuai sorotan. Proyek yang disebut memiliki anggaran sekitar Rp1,49 miliar tersebut diduga menyisakan persoalan, mulai dari mekanisme pelaksanaan hingga kualitas pekerjaan di lapangan.

Sorotan muncul lantaran pembangunan RKB yang berdasarkan petunjuk teknis (juknis) semestinya dilaksanakan secara swakelola melalui mekanisme yang telah ditentukan, justru diduga dikerjakan oleh pihak pemborong.

Informasi yang dihimpun redaksi menyebutkan, pekerjaan tersebut diduga dikerjakan oleh H Ato Furtoni.

Dugaan itu diperkuat dengan keterangan Humas SMAN 1 Rawamerta, Omat Iskandar. Saat dikonfirmasi, Omat membenarkan bahwa pekerjaan pembangunan RKB tersebut dikerjakan oleh H Ato Furtoni.

Namun, ia mengaku pihak sekolah justru mengalami kendala dalam berkomunikasi dengan pihak yang bersangkutan.

“Kami aja sulit untuk berkomunikasi dengan beliau, kemarin saya ke rumahnya juga tidak ditemui,” ungkap Omat.

Kualitas Bangunan Ikut Dipertanyakan

Bukan hanya soal mekanisme pelaksanaan, kondisi fisik bangunan di lokasi juga menjadi perhatian.

Berdasarkan pantauan, pada sejumlah bagian kolom beton terlihat adanya bagian yang keropos. Sambungan pada beberapa tiang cor juga tampak kurang rapi.

Tak hanya itu, pada beberapa kolom, besi tulangan terlihat belum sepenuhnya tertutup beton. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena selimut beton memiliki fungsi penting untuk melindungi tulangan dari paparan lingkungan dan potensi korosi.

Material konstruksi bagian atap juga turut dipertanyakan. CNP dan reng yang digunakan diduga memiliki ketebalan yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan.

Meski demikian, dugaan terkait spesifikasi material tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dokumen teknis, RAB, serta pengukuran material secara langsung oleh pihak yang memiliki kompetensi.

K3 Pekerja Juga Disorot

Persoalan lain yang terlihat di lokasi adalah penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Sejumlah pekerja proyek terlihat belum menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap ketika melakukan aktivitas konstruksi.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana standar keselamatan kerja diterapkan dalam pelaksanaan proyek pembangunan fasilitas pendidikan tersebut.

Dengan nilai anggaran yang disebut mencapai Rp1.499.747.000, publik tentu berharap pembangunan tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga memenuhi standar mutu, spesifikasi teknis, serta ketentuan keselamatan kerja.

P2SP Klaim Pekerjaan Sesuai Ketentuan

Sementara itu, Ketua Pelaksana Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMAN 1 Rawamerta, Wawa Trimeiawan, menyampaikan bahwa progres pembangunan RKB saat ini telah mencapai sekitar 45 persen.

Ia juga menyatakan pelaksanaan pekerjaan telah berjalan sesuai ketentuan.

Pernyataan tersebut menjadi penting untuk diklarifikasi lebih lanjut lantaran terdapat sejumlah temuan di lapangan yang masih memerlukan penjelasan, terutama mengenai mekanisme pelaksanaan, kualitas konstruksi, material yang digunakan, hingga penerapan K3.

Publik pun layak mendapatkan penjelasan terbuka mengenai bagaimana proyek tersebut dilaksanakan dan bagaimana pengawasan terhadap penggunaan anggarannya.

Untuk memastikan tidak terjadi kesimpangsiuran, pihak sekolah, P2SP, pelaksana pekerjaan, maupun instansi terkait perlu memberikan klarifikasi secara transparan.

Terlebih, proyek pembangunan fasilitas pendidikan dengan anggaran mencapai miliaran rupiah semestinya menjadi contoh pelaksanaan pembangunan yang tertib administrasi, tepat mutu, tepat spesifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Jika benar sesuai juknis, tentu dokumen dan mekanismenya bisa dibuka. Jika kualitasnya sesuai spesifikasi, tentu hasil pemeriksaan teknis dapat menjawabnya. Kini publik tinggal menunggu: proyek ini benar-benar sesuai aturan, atau sekadar terlihat selesai di atas kertas?

Yaris

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini