KARAWANG – Dugaan adanya selisih uang saku peserta rombongan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kabupaten Karawang yang berangkat menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Jakarta mulai menjadi perhatian publik.
Sejumlah peserta mengaku diminta menandatangani daftar penerimaan uang saku senilai Rp200.000. Namun, saat amplop diterima dan dibuka, uang yang berada di dalamnya disebut hanya Rp175.000.
Salah seorang peserta yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku bingung dengan adanya perbedaan nominal tersebut.
“Kami tanda tangan di daftar penerimaan Rp200.000. Tapi setelah amplop dibuka, isinya hanya Rp175.000. Kami ingin tahu ke mana selisih Rp25.000 itu,” ujarnya.
Pengakuan tersebut merupakan keterangan dari salah seorang peserta dan hingga saat ini belum dapat dipastikan penyebab perbedaan nominal yang diterima.
Apabila dugaan selisih Rp25.000 itu benar terjadi pada seluruh 2.050 peserta, maka total nilainya diperkirakan mencapai sekitar Rp51,25 juta.
Meski demikian, angka tersebut masih bersifat perhitungan sementara dan memerlukan verifikasi lebih lanjut karena belum ada kepastian apakah seluruh peserta mengalami kondisi yang sama.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Koperasi dan UKM memberangkatkan 2.050 pengurus dan anggota KDKMP menggunakan 41 armada bus menuju Indonesia Arena, Jakarta, untuk mengikuti puncak peringatan Harkopnas ke-79.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang maupun panitia pelaksana terkait dugaan selisih uang saku tersebut.
Media ini masih berupaya meminta konfirmasi kepada Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang, panitia penyelenggara, serta pihak yang bertanggung jawab atas penyaluran uang saku peserta.
Apabila klarifikasi resmi telah diperoleh, berita ini akan diperbarui sebagai bentuk penerapan prinsip keberimbangan, akurasi, dan hak jawab.







