Beranda Hukrim Warga Ancam Gugat Bulog Karawang, Dugaan Serbuan Kutu dari Gudang Beras Memicu...

Warga Ancam Gugat Bulog Karawang, Dugaan Serbuan Kutu dari Gudang Beras Memicu Polemik

27
0

KARAWANG – Keluhan warga terkait serangan kutu yang diduga berasal dari gudang beras Bulog di wilayah Tunggakjati, Kecamatan Karawang Barat, memasuki babak baru.

Merasa keluhan mereka tak kunjung mendapat penyelesaian, warga melalui kuasa hukumnya resmi melayangkan somasi kepada Bulog Karawang, Selasa (30/6/2026).

Kuasa hukum warga dari Law Firm Merah Putih, Joen SH, mengatakan somasi tersebut diajukan atas nama warga RT 05 dan masyarakat yang bermukim di sekitar gudang beras yang diduga menjadi sumber penyebaran kutu.

“Hari ini kami melayangkan somasi kepada Bulog Karawang atas kuasa dari warga Tunggakjati. Hingga saat ini belum ada langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan yang dikeluhkan masyarakat,” ujar Joen.

Menurutnya, serangan kutu telah berlangsung cukup lama dan kini tidak hanya berada di sekitar gudang, tetapi telah menyebar hingga ke lingkungan permukiman serta masuk ke rumah-rumah warga.

“Yang terjadi di perumahan adalah serbuan kutu. Dugaan sementara, kutu tersebut berasal dari salah satu gudang beras di Tunggakjati,” katanya.

Joen mengungkapkan, akibat kondisi tersebut warga merasa sangat terganggu. Bahkan, pihaknya menerima laporan adanya warga yang harus menjalani perawatan medis karena dampak yang diduga berkaitan dengan serangan kutu tersebut.

“Kami mendapat informasi ada warga yang sampai harus dirawat di rumah sakit. Ini tentu menjadi persoalan serius karena menyangkut kesehatan dan keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Atas dasar itu, pihaknya mendesak Bulog Karawang segera mengambil langkah penanganan. Apabila somasi tersebut tidak mendapat respons, warga akan mempertimbangkan menempuh jalur hukum.

“Jika somasi ini tidak ditanggapi, kami akan mempertimbangkan mengajukan gugatan. Persoalan ini tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut keselamatan warga,” ujarnya.

Selain persoalan kutu, Joen juga mengungkap adanya informasi dari warga mengenai aktivitas di gudang yang dinilai tidak lazim. Warga disebut kerap melihat aktivitas bongkar muat beras dilakukan pada malam hari.

Menurutnya, warga juga mempertanyakan karung beras yang masuk ke gudang karena tidak menggunakan karung berlogo Bulog sebagaimana yang umum dikenal masyarakat.

“Karung yang masuk terlihat seperti karung biasa, bukan karung berlogo Bulog. Kami tidak mengetahui asal beras tersebut. Itu menjadi bagian dari informasi yang disampaikan warga kepada kami,” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Bulog Karawang belum memberikan tanggapan resmi terkait somasi maupun berbagai dugaan yang disampaikan kuasa hukum warga.

Redaksi masih berupaya menghubungi pihak Bulog Karawang untuk memperoleh konfirmasi, klarifikasi, dan hak jawab atas persoalan tersebut. Sesuai prinsip keberimbangan, tanggapan Bulog akan dimuat pada pemberitaan berikutnya setelah diperoleh.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini