Beranda Pendidikan Dugaan Penyimpangan Dana BOS 2026 di SMAN 1 Cibuaya Disorot, Transparansi Anggaran...

Dugaan Penyimpangan Dana BOS 2026 di SMAN 1 Cibuaya Disorot, Transparansi Anggaran Dipertanyakan

61
0
Proyek Pengecoran Halaman SMAN 1 Cibuaya Tuai Kritik, Kualitas Pekerjaan Diragukan. (AlexaPodcast.ID)
Proyek Pengecoran Halaman SMAN 1 Cibuaya Tuai Kritik, Kualitas Pekerjaan Diragukan. (AlexaPodcast.ID)

KARAWANG, AlexaPodcast.ID – Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2026 di SMAN 1 Cibuaya menjadi sorotan publik. Minggu (17/5/2026).

Sekolah yang berada di Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang itu diduga mengabaikan kewajiban transparansi anggaran serta melaksanakan pekerjaan fisik yang dinilai tidak memenuhi standar teknis.

‎Sorotan tersebut muncul setelah masyarakat tidak menemukan adanya papan informasi publik yang memuat rincian penggunaan Dana BOS 2026 di lingkungan sekolah.

Padahal, sesuai ketentuan Kementerian Pendidikan, penggunaan dana bantuan pemerintah wajib dipublikasikan secara terbuka agar dapat diketahui dan diawasi masyarakat.

‎Berdasarkan pantauan di lapangan, tidak terlihat papan informasi anggaran yang dipasang di area strategis sekolah, baik di halaman utama maupun di lokasi pekerjaan fisik yang tengah berlangsung.

‎Selain persoalan transparansi, pekerjaan pengecoran halaman sekolah yang disebut menggunakan anggaran Dana BOS juga menuai perhatian.

Proyek tersebut diketahui berjalan tanpa papan proyek maupun informasi teknis pekerjaan. ‎Tidak hanya itu, proses pengerjaan pengecoran dinilai kurang memenuhi standar konstruksi.

Pekerjaan disebut dilakukan secara manual tanpa proses pemadatan tanah yang memadai sebelum pengecoran dilakukan. Kondisi itu memunculkan kekhawatiran terhadap kualitas hasil pekerjaan.

Tanpa pemadatan yang baik, struktur tanah dinilai berpotensi tidak mampu menopang beban secara maksimal, sehingga hasil pengecoran dikhawatirkan mudah retak, amblas, atau cepat mengalami kerusakan.

‎Mui’d, salah seorang guru di SMAN 1 Cibuaya, membenarkan adanya pekerjaan pengecoran halaman tersebut. Ia menyebut pekerjaan dilakukan menggunakan anggaran yang nilainya terbatas.

“Pengecoran ini menggunakan anggaran yang nilainya terbilang sedikit, diambil dari pos anggaran pemeliharaan yang ada dalam alokasi dana sekolah,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

‎Pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat terkait efektivitas penggunaan anggaran, terlebih tidak adanya informasi terbuka mengenai rincian biaya maupun spesifikasi teknis pekerjaan.

‎Salah seorang pemuda asal Kecamatan Cibuaya mendesak pihak terkait untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan Dana BOS di sekolah tersebut.

“Kami mendesak KCD dan pihak Inspektorat segera melakukan monitoring, evaluasi, dan audit menyeluruh terhadap penggunaan Dana BOS 2026 di SMAN 1 Cibuaya. Prosesnya harus transparan dan hasilnya diumumkan kepada masyarakat,” tegasnya.

‎Menurutnya, keterbukaan informasi anggaran merupakan bentuk tanggung jawab penggunaan uang negara yang harus dapat diakses publik.

‎Aturan mengenai transparansi penggunaan Dana BOS sendiri mewajibkan setiap sekolah mempublikasikan rincian anggaran sebagai bentuk pengawasan bersama antara dinas pendidikan, pengawas sekolah, orang tua siswa, dan masyarakat.

‎Ketika kewajiban tersebut tidak dijalankan, ditambah adanya pekerjaan fisik yang kualitasnya dipertanyakan, maka muncul dugaan adanya ketidaksesuaian dalam pengelolaan anggaran sekolah.

‎Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepala sekolah maupun bendahara SMAN 1 Cibuaya belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penyimpangan Dana BOS 2026, ketidakpatuhan terhadap aturan transparansi, maupun kualitas pekerjaan pengecoran yang menjadi sorotan masyarakat. (Lan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini