Beranda NASIONAL Longsor Gunungan Sampah di Bantar Gebang, Satu Sopir Truk Ditemukan Tewas Tertimbun

Longsor Gunungan Sampah di Bantar Gebang, Satu Sopir Truk Ditemukan Tewas Tertimbun

193
1
Longsor Bantar Gebang Renggut Nyawa Pengemudi Truk. (AlexaPodcast.ID)
Longsor Bantar Gebang Renggut Nyawa Pengemudi Truk. (AlexaPodcast.ID)

BEKASI, AlexaPodcast.ID – Proses evakuasi korban longsor gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, masih terus berlangsung hingga Minggu malam (8/3/2026).

‎Di tengah aroma menyengat dan gunungan sampah yang seolah tak pernah habis, tim SAR gabungan akhirnya menemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia.

‎Korban diketahui bernama Irwan Supriadi, seorang pengemudi truk dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara. Jenazah Irwan ditemukan tertimbun material sampah di kedalaman hampir tiga meter dari permukaan.

‎Penemuan korban bermula ketika alat berat ekskavator yang dikerahkan untuk melakukan pengerukan menyentuh bagian kepala truk yang ringsek dan tertimbun di bawah tumpukan sampah. ‎Dari titik itulah petugas kemudian menggali lebih dalam hingga akhirnya menemukan jasad korban.

‎Kapolres Metro Bekasi Kota, Kusumo Wahyu Bintoro, yang memantau langsung proses evakuasi di lokasi, menyampaikan bahwa operasi pencarian dilakukan dengan sangat hati-hati karena kondisi timbunan sampah yang labil dan berisiko longsor kembali.

‎Saat ini total korban dalam peristiwa tersebut tercatat empat orang. Tim gabungan masih terus melakukan pencarian untuk memastikan seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi.

‎“Total korban saat ini berjumlah empat orang. Hingga malam ini, tim gabungan terus berupaya melakukan pencarian untuk memastikan seluruh korban dapat dievakuasi,” ujar Kusumo Wahyu Bintoro.

‎Jenazah Irwan kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Kota Bekasi untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.

‎“Medannya cukup berat dan labil. Kami harus ekstra hati-hati karena keselamatan tim penyelamat juga menjadi prioritas,” tambahnya.

‎Sementara itu, area di sekitar titik longsor telah dipasangi garis polisi guna membatasi akses masyarakat.

‎Alat berat terus bekerja menyisir tumpukan sampah, yang ironisnya selama ini menjadi “gunung buatan” hasil produksi manusia sendiri.

‎Operasi pencarian pada malam hari tetap dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan stabilitas tumpukan sampah.

‎Aparat tidak ingin proses penyelamatan justru menambah daftar korban baru di tengah gunungan yang diam-diam menyimpan banyak cerita.

‎Di balik tragedi ini, publik kembali diingatkan bahwa gunungan sampah yang selama ini dianggap “urusan belakang kota” ternyata bisa berubah menjadi ancaman nyata di depan mata.

(Bento)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini