Beranda DAERAH Trans Beken Gratis Melaju, Angkot Berhenti Total: Sopir Protes Rezeki Terancam

Trans Beken Gratis Melaju, Angkot Berhenti Total: Sopir Protes Rezeki Terancam

20
0
Lima Trayek Angkot Lumpuh dan Sopir Turun ke Jalan. (AlexaPodcast.ID)
Lima Trayek Angkot Lumpuh dan Sopir Turun ke Jalan. (AlexaPodcast.ID)

BEKASI, AlexaPodcast.ID – Ruas Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Selasa (10/2/2026), berubah jadi lautan angkutan kota (angkot). Bukan karena macet biasa, melainkan imbas aksi mogok massal dan demonstrasi ratusan sopir angkot yang merasa nasibnya kian terhimpit.

‎Aksi ini dipicu peluncuran Bus Trans Beken, moda transportasi baru dengan tarif gratis yang dinilai para sopir sebagai “pesaing tanpa ampun”.

‎Rute bus tersebut dianggap tumpang tindih dengan trayek angkot yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.

‎Dampaknya langsung terasa. Sedikitnya lima trayek utama, mulai dari Bantar Gebang hingga Pondok Ungu, lumpuh total.

‎Angkot mendadak menghilang dari jalanan, meninggalkan penumpang tanpa banyak pilihan.

‎Para sopir menilai kebijakan pemerintah daerah ini ibarat “karpet merah” bagi transportasi baru, sementara angkot swasta dibiarkan berjuang sendiri tanpa subsidi.

‎“Busnya gratis, kami gimana? Mau makan apa?” keluh salah satu sopir angkot, dengan nada kecewa.

‎“Alasan kami demo ya karena bus yang baru beroperasi ini gratis, jadi kami orang angkot enggak bisa makan,” ujarnya.

‎Ironisnya, di tengah tarik-ulur kebijakan, masyarakat justru jadi korban. Seorang pengguna angkot mengaku terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk memesan ojek daring karena tak satu pun angkot melintas.

‎Ia berharap pemerintah tidak hanya meluncurkan program baru, tetapi juga memikirkan nasib para sopir lama, misalnya dengan merekrut mereka ke dalam sistem transportasi baru.

‎Sementara itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menilai aksi mogok ini dipicu oleh kekhawatiran berlebihan terkait hilangnya rezeki.

‎Menurutnya, rute Trans Beken tidak sepenuhnya berhimpitan dengan trayek angkot.

‎“Saya kira ini nanti hanya perlu sosialisasi. Intinya kan karena ketakutan rezeki yang hilang. Padahal pemerintah hanya menyiapkan menu pilihan transportasi bagi masyarakat,” kata Tri.

‎Namun di lapangan, “menu pilihan” itu justru memicu rasa getir. Saat bus melaju gratis, angkot memilih berhenti total dan kota pun ikut tersendat. (Bento)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini