Beranda DAERAH Trans Beken Gratis Melaju, Angkot Berhenti Total: Sopir Protes Rezeki Terancam

Trans Beken Gratis Melaju, Angkot Berhenti Total: Sopir Protes Rezeki Terancam

99
3
Lima Trayek Angkot Lumpuh dan Sopir Turun ke Jalan. (AlexaPodcast.ID)
Lima Trayek Angkot Lumpuh dan Sopir Turun ke Jalan. (AlexaPodcast.ID)

BEKASI, AlexaPodcast.ID – Ruas Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Selasa (10/2/2026), berubah jadi lautan angkutan kota (angkot). Bukan karena macet biasa, melainkan imbas aksi mogok massal dan demonstrasi ratusan sopir angkot yang merasa nasibnya kian terhimpit.

‎Aksi ini dipicu peluncuran Bus Trans Beken, moda transportasi baru dengan tarif gratis yang dinilai para sopir sebagai “pesaing tanpa ampun”.

‎Rute bus tersebut dianggap tumpang tindih dengan trayek angkot yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.

‎Dampaknya langsung terasa. Sedikitnya lima trayek utama, mulai dari Bantar Gebang hingga Pondok Ungu, lumpuh total.

‎Angkot mendadak menghilang dari jalanan, meninggalkan penumpang tanpa banyak pilihan.

‎Para sopir menilai kebijakan pemerintah daerah ini ibarat “karpet merah” bagi transportasi baru, sementara angkot swasta dibiarkan berjuang sendiri tanpa subsidi.

‎“Busnya gratis, kami gimana? Mau makan apa?” keluh salah satu sopir angkot, dengan nada kecewa.

‎“Alasan kami demo ya karena bus yang baru beroperasi ini gratis, jadi kami orang angkot enggak bisa makan,” ujarnya.

‎Ironisnya, di tengah tarik-ulur kebijakan, masyarakat justru jadi korban. Seorang pengguna angkot mengaku terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk memesan ojek daring karena tak satu pun angkot melintas.

‎Ia berharap pemerintah tidak hanya meluncurkan program baru, tetapi juga memikirkan nasib para sopir lama, misalnya dengan merekrut mereka ke dalam sistem transportasi baru.

‎Sementara itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menilai aksi mogok ini dipicu oleh kekhawatiran berlebihan terkait hilangnya rezeki.

‎Menurutnya, rute Trans Beken tidak sepenuhnya berhimpitan dengan trayek angkot.

‎“Saya kira ini nanti hanya perlu sosialisasi. Intinya kan karena ketakutan rezeki yang hilang. Padahal pemerintah hanya menyiapkan menu pilihan transportasi bagi masyarakat,” kata Tri.

‎Namun di lapangan, “menu pilihan” itu justru memicu rasa getir. Saat bus melaju gratis, angkot memilih berhenti total dan kota pun ikut tersendat. (Bento)

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini