Beranda DAERAH Aksi Tolak Pembangunan KDMP di Halaman Sekolah, Warga Pusakajaya Utara Minta Pendidikan...

Aksi Tolak Pembangunan KDMP di Halaman Sekolah, Warga Pusakajaya Utara Minta Pendidikan Didahulukan‎

65
0
Polemik Pembangunan KDMP Picu Aksi Warga. (AlexaPodcast.ID)
Polemik Pembangunan KDMP Picu Aksi Warga. (AlexaPodcast.ID)

KARAWANG, AlexaPodcast.ID – Suasana di Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, Rabu (11/2/2026), mendadak lebih ramai dari upacara hari Senin.

‎Warga menggelar aksi unjuk rasa menolak rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang kabarnya akan berdiri manis di halaman SDN Pusakajaya Utara.

‎Bukan tanpa alasan, warga menilai lokasi tersebut kurang tepat peruntukannya. Alih-alih menjadi ruang bermain dan belajar siswa, halaman sekolah dikhawatirkan berubah fungsi menjadi “area proyek”.

‎Kekhawatiran pun mencuat: jangan sampai suara palu lebih nyaring dari suara guru mengajar.

‎Warga menegaskan, aksi ini bukan bentuk penolakan terhadap pembangunan. Mereka justru mendukung kemajuan desa, namun berharap tidak mengorbankan ruang pendidikan.

‎Salah seorang warga yang melakukan aksi dengan nada tegas namun tetap terkendali, menyampaikan bahwa yang dipersoalkan adalah lokasi, bukan programnya.

‎“Kami tidak anti pembangunan. Tapi kalau dibangun di halaman sekolah, itu jelas mengganggu anak-anak kami belajar dan bermain. Sekolah itu ruang pendidikan, bukan ruang proyek,” tegasnya di sela aksi.

‎Menurut warga, sekolah seharusnya menjadi tempat aman dan nyaman bagi siswa, bukan lokasi yang berpotensi mengurangi ruang terbuka dan konsentrasi belajar.

‎Menanggapi aksi tersebut, Camat Cilebar, Romli, hadir di tengah massa dan menyampaikan bahwa rencana pembangunan KDMP untuk sementara waktu dipending guna dilakukan evaluasi.

‎“Untuk pembangunan KDMP sementara ditunda, sampai menunggu hasil musyawarah,” ujar Romli di hadapan warga.

‎Ia juga mengimbau agar aspirasi dan keberatan disampaikan melalui forum resmi di kantor kecamatan maupun desa agar dapat dicari solusi bersama.

‎Warga pun mendesak agar pemerintah desa membuka ruang dialog secara transparan dan mempertimbangkan alternatif lokasi lain yang lebih representatif, tempat yang tidak berbagi halaman dengan anak-anak yang sedang mengejar cita-cita.

‎Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah desa dan instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait kelanjutan rencana pembangunan KDMP tersebut.

‎Bagi warga Pusakajaya Utara, sederhana saja harapannya: pembangunan tetap jalan, tapi pendidikan jangan sampai tersingkir. Karena koperasi bisa pindah lokasi, tapi masa depan anak-anak tak bisa diulang revisinya. (Lan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini