CIREBON, AlexaPodcast.ID – Proyek renovasi SMAN 1 Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2025, kini menuai sorotan tajam.
Di balik selesainya pembangunan fisik sekolah, puluhan buruh bangunan justru mengeluhkan hak upah mereka yang hingga kini belum dibayarkan.
Total upah buruh yang masih tertunggak mencapai Rp83.227.500. Ironisnya, dana yang seharusnya menjadi hak para pekerja tersebut diduga telah dialihkan untuk membiayai kegiatan family gathering guru ke Yogyakarta.
Mandor proyek berinisial P mengungkapkan kekecewaannya atas sikap pihak sekolah yang dinilai tidak menunjukkan itikad baik dalam menyelesaikan kewajiban pembayaran upah.
Padahal, seluruh pekerjaan pembangunan telah diselesaikan sesuai kesepakatan.
“Kami sudah berulang kali menagih secara baik-baik melalui musyawarah, tapi sampai sekarang tidak ada hasil. Para pekerja sudah menyelesaikan kewajibannya, bangunan juga sudah berdiri,” ujar P kepada wartawan, Senin (22/12/2025).
Permasalahan ini mencuat setelah dilakukan pertemuan antara pihak pekerja dengan Panitia Pembangunan Sekolah (P2SP), bendahara, serta Kepala SMAN 1 Dukupuntang.
Dalam forum tersebut, pihak sekolah mengakui bahwa dana DAK telah habis digunakan.
Menurut P, pengakuan tersebut justru menambah kekecewaan para pekerja. Pasalnya, dalam musyawarah itu disebutkan bahwa dana DAK diduga digunakan untuk keperluan di luar proyek pembangunan.
“Dalam pertemuan itu disampaikan bahwa anggaran DAK sudah habis, bahkan ada pengakuan dana tersebut diduga dipakai untuk family gathering guru-guru ke Yogyakarta,” ungkap P dengan nada kecewa.
Merasa dirugikan dan tidak mendapat kepastian, pihak mandor akhirnya menempuh jalur pengaduan resmi dengan melaporkan persoalan ini ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Kami terpaksa melapor karena ini menyangkut hak puluhan buruh. Mereka menggantungkan hidup dari upah tersebut,” tegasnya.
Pihak Kemendikdasmen disebut telah turun tangan untuk melakukan klarifikasi serta memediasi kedua belah pihak. Namun hingga kini, pembayaran upah buruh belum juga terealisasi.
Hingga berita ini diturunkan, puluhan pekerja bangunan masih menunggu kepastian pembayaran yang tak kunjung datang.
Kasus ini pun menjadi perhatian publik, sekaligus menimbulkan pertanyaan besar terkait transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana pendidikan, khususnya Dana Alokasi Khusus di lingkungan sekolah negeri. (Kirno)








That’s a fascinating take on recent race results! Considering localized preferences, like those jilibbb bet vip caters to, really impacts betting trends. Good analysis – keen to see how these factors play out!