CIREBON, AlexaPodcast.ID – Warga Jalan Yos Sudarso, Kota Cirebon, digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah laki-laki di dalam saluran air atau parit tepat di depan SPBU Cangkol, Sabtu (03/01/2026) pagi. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 06.20 WIB.
Penemuan tersebut bermula saat sejumlah warga yang melintas di lokasi melihat tubuh seorang pria tergeletak di dalam parit. Merasa curiga, warga kemudian melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.
Mendapat laporan tersebut, petugas dari Polres Cirebon Kota bersama Polsek Lemahwungkuk langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).
Proses pengecekan awal dipimpin langsung oleh Kapolsek Lemahwungkuk, Iptu Usep Winta, S.H., bersama Unit Inafis dan personel Samapta Polres Cirebon Kota.
Berdasarkan hasil identifikasi awal, korban diketahui berinisial E (52), warga Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. Saat ditemukan, korban berada di dalam parit dengan posisi tertelungkup dan sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Hasil olah TKP sementara oleh Tim Inafis Polres Cirebon Kota tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau luka akibat senjata tajam pada tubuh korban. Namun, petugas mendapati adanya luka memar yang diduga kuat akibat benturan dengan beton penutup parit di sekitar lokasi.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Cirebon guna menjalani pemeriksaan medis dan forensik untuk memastikan penyebab pasti kematian.
Hingga kini, Unit Inafis Polres Cirebon Kota masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian, sambil menunggu hasil resmi pemeriksaan dari tim dokter forensik.
Pihak kepolisian menegaskan akan mengusut tuntas peristiwa tersebut guna memastikan apakah terdapat unsur pidana atau murni kecelakaan.
Kapolsek Lemahwungkuk, Iptu Usep Winta, S.H., mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab kematian korban.
“Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Namun terdapat luka memar yang diduga akibat benturan dengan beton parit. Untuk kepastian penyebab kematian, kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari dokter forensik,” ujar Iptu Usep Winta.
Ia menambahkan, kepolisian tetap melakukan penyelidikan secara menyeluruh.
“Kami masih mengumpulkan keterangan saksi dan mendalami kejadian ini guna memastikan apakah peristiwa tersebut merupakan kecelakaan atau ada unsur lain,” pungkasnya. (Kirno)







