BEKASI, AlexaPodcast.ID – Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Golkar, Rudy Rafly, SE., MM, menggelar kegiatan reses masa persidangan kedua tahun 2026 di daerah pemilihan (Dapil) VII.
Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Raya Citarik Lama No. 18, Desa Jatireja, Kecamatan Cikarang Timur.
Reses ini turut dihadiri unsur Humas DPRD Kabupaten Bekasi, Freddy, Aziz perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi, serta tokoh masyarakat dan warga setempat yang antusias menyampaikan aspirasi.
Dalam sambutannya, Rudy Rafly menegaskan bahwa kegiatan reses bukan sekadar agenda formal, melainkan bagian dari tanggung jawab sebagai wakil rakyat untuk menyerap langsung kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Ini bukan hanya kegiatan seremonial. Kami hadir untuk melaksanakan tugas konstitusional sebagai anggota DPRD, yakni menyerap aspirasi masyarakat,” ujar Rudy Rafly.
Ia menyebut, seluruh aspirasi yang disampaikan warga akan menjadi bahan penting dalam pembahasan di DPRD, khususnya dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Aspirasi warga, baik tertulis maupun disampaikan langsung, menjadi bahan penting dalam pembahasan di DPRD,” tambahnya.
Rudy yang bertugas di Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi juga menjelaskan bahwa sektor infrastruktur menjadi salah satu fokus utama dalam alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurutnya, total APBD Kabupaten Bekasi tahun 2025 mencapai sekitar Rp7,7 triliun. Sementara pada tahun 2026, sebagian besar anggaran difokuskan pada pelayanan dasar masyarakat, termasuk pembangunan infrastruktur lingkungan dan permukiman.
Untuk sektor pembangunan, lanjutnya, dialokasikan anggaran sekitar Rp1,1 triliun pada tahun 2026. Anggaran tersebut difokuskan pada perbaikan jalan, normalisasi saluran air, serta pembangunan infrastruktur lain yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Kegiatan reses ini menjadi ruang dialog terbuka antara masyarakat dan wakil rakyat. Berbagai persoalan seperti kondisi jalan, drainase, hingga kebutuhan pembangunan lingkungan disampaikan secara langsung oleh warga.
“Reses menjadi ruang dialog terbuka agar kebutuhan masyarakat bisa menjadi prioritas pembangunan daerah,” ucap Rudy Rafly.
Melalui kegiatan ini, diharapkan aspirasi masyarakat dapat terakomodasi secara maksimal dan menjadi prioritas dalam kebijakan pembangunan daerah ke depan, khususnya di wilayah Cikarang Timur dan sekitarnya.
(Bento)







