CIREBON, AlexaPodcast.ID – Para pengendara sepeda motor maupun mobil yang melintasi jalur Suranenggala menuju Panguragan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra.
Pasalnya, kondisi jalan di sejumlah titik mengalami kerusakan parah dengan lubang-lubang besar yang menganga dan tergenang air, sehingga menyerupai “ranjau” maut yang mengancam keselamatan pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, lubang-lubang tersebut berada di tengah hingga sisi badan jalan dengan kedalaman yang cukup signifikan. Saat hujan turun atau setelahnya, lubang tertutup air keruh sehingga sulit terlihat oleh pengendara.
Kondisi ini dilaporkan telah memicu sejumlah insiden kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi pengendara sepeda motor yang tidak hafal medan atau melintas pada malam hari dengan jarak pandang terbatas.
Selain membahayakan keselamatan, kerusakan jalan juga memaksa para pengendara melakukan manuver mendadak ke arah berlawanan untuk menghindari lubang. Situasi tersebut kerap memicu risiko tabrakan dengan kendaraan dari arah berlawanan.
Salah seorang pengendara, Ahmad (32), warga Kecamatan Suranenggala, mengaku hampir terjatuh saat melintasi jalur tersebut pada malam hari.
“Lubangnya dalam dan ketutup air, jadi kelihatan seperti jalan biasa. Saya hampir jatuh karena roda motor masuk ke lubang. Untung masih bisa mengendalikan,” ujarnya, Selasa (29/1/2026).
Hal senada disampaikan Dedi (45), pengemudi mobil pikap yang setiap hari melintas di jalur tersebut untuk bekerja.
“Kalau malam atau hujan, jalannya bahaya sekali. Banyak motor yang tiba-tiba banting setir. Kami harap segera diperbaiki sebelum ada korban lebih banyak,” katanya.
Warga sekitar juga mengeluhkan kondisi tersebut karena dinilai sudah berlangsung cukup lama tanpa perbaikan yang berarti. Mereka berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan melakukan penanganan.
“Sudah lama rusak, tapi belum ada perbaikan serius. Kalau dibiarkan terus, takutnya nanti ada korban jiwa,” tutur Yani, warga setempat.
Masyarakat pun meminta dinas terkait untuk segera melakukan perbaikan permanen, sekaligus memasang rambu peringatan sementara agar pengendara lebih waspada saat melintas di jalur Suranenggala–Panguragan.
Sementara itu, para pengguna jalan diimbau untuk mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta meningkatkan kehati-hatian, terutama saat melintas pada malam hari dan saat kondisi hujan. (Kirno)







