KARAWANG, AlexaPodcast.ID – Memasuki puncak arus mudik Lebaran dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya 2026, Polres Karawang terus meningkatkan kewaspadaan dan pelayanan kepada masyarakat.
Salah satu insiden yang berhasil ditangani dengan cepat adalah evakuasi bus pemudik yang mengalami mogok di ruas tol wilayah Karawang.
Peristiwa tersebut terjadi di jalur tol sebelum Traffic Light (TL) Karawang Timur (Kartim) jalur B, Rabu (18/3/2026).
Bus yang diduga mengangkut rombongan pemudik itu tiba-tiba mengalami gangguan mesin dan berhenti di tengah jalur, sehingga berpotensi menimbulkan kepadatan arus lalu lintas.
Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah melalui Kasi Humas Ipda Cep Wildan membenarkan kejadian tersebut.
Ia menjelaskan bahwa personel Satuan Lalu Lintas yang tergabung dalam tim urai langsung bergerak cepat menuju lokasi begitu menerima laporan.
“Personel tim urai langsung bergerak cepat mengevakuasi bus ke lokasi aman agar tidak mengganggu arus lalu lintas pemudik lainnya,” ujar Ipda Cep Wildan
Tim urai dengan sigap melakukan penanganan dengan mengevakuasi kendaraan menggunakan mobil derek serta melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.
“Berkat kesigapan petugas, arus lalu lintas yang sempat tersendat dapat kembali lancar dalam waktu singkat,” ungkapnya.
Bus tersebut kemudian dipindahkan ke titik yang lebih aman agar tidak mengganggu arus kendaraan lainnya.
Berkat respons cepat petugas di lapangan, arus lalu lintas yang sempat tersendat berhasil kembali normal dalam waktu singkat, sehingga tidak menimbulkan kemacetan panjang di jalur tol tersebut.
Ipda Cep Wildan menambahkan, hingga saat ini Operasi Ketupat Lodaya 2026 masih terus berlangsung dengan kesiapsiagaan penuh dari seluruh personel Polres Karawang. Pengamanan difokuskan di sejumlah titik rawan, baik di jalur tol maupun arteri.
“Operasi Ketupat Lodaya 2026 terus kami maksimalkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik,” ujarnya
Pihak kepolisian juga mengimbau kepada para pemudik agar selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan, guna menghindari kejadian serupa di tengah perjalanan.







