Beranda Kesehatan Tak Lagi Bergantung pada PMI, RSUD Jatisari Kini Miliki Unit Pengelola Darah...

Tak Lagi Bergantung pada PMI, RSUD Jatisari Kini Miliki Unit Pengelola Darah Mandiri

28
0
Dokter Spesialis Patologi Klinik, dr. Ilmi Cahya Ruslina. (AlexaPodcast.ID)
Dokter Spesialis Patologi Klinik, dr. Ilmi Cahya Ruslina. (AlexaPodcast.ID)

KARAWANG, AlexaPodcast.ID – Rumah Sakit Umum Daerah Jatisari bersiap meresmikan Unit Pengelola Darah (UPD) setelah Idulfitri 2026.

‎Kehadiran unit ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kemandirian layanan darah di rumah sakit tersebut.

‎Dokter Spesialis Patologi Klinik, dr. Ilmi Cahya Ruslina, menjelaskan bahwa sebelumnya RSUD Jatisari masih bergantung pada pasokan darah dari Palang Merah Indonesia (PMI).

‎“Dulu kami hanya memiliki layanan transfusi darah. Sekarang kami sudah memiliki Unit Pengelola Darah dan siap dikembangkan,” ujarnya.

‎Izin operasional UPD telah terbit sejak 13 Februari 2026. Saat ini manajemen tengah melakukan pelatihan, konsolidasi, serta melengkapi peralatan.

‎Targetnya, unit tersebut mulai beroperasi penuh pada April mendatang.

‎Setelah resmi berjalan, RSUD Jatisari akan mengelola pengadaan dan distribusi darah secara mandiri.

‎Pada tahap awal, rumah sakit akan menggelar donor darah khusus. Jika jumlah pendonor meningkat, akan dibentuk layanan donor darah keliling.

‎UPD akan menyediakan layanan transfusi sekaligus pemisahan komponen darah, seperti sel darah merah pekat (PRC), trombosit, dan plasma.

‎Layanan ini dibutuhkan untuk pasien anemia, demam berdarah, gangguan pembekuan darah, pasien kanker, hingga pasien hemodialisis.

‎Saat ini operasional UPD didukung delapan tenaga teknis medis dan 15 tenaga nonmedis. Kebutuhan darah di RSUD Jatisari mencapai sekitar 150 hingga 200 kantong per bulan.

‎“Kami berharap ke depan kebutuhan darah pasien dapat terpenuhi secara mandiri dan lebih cepat,” tutup dr. Ilmi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini