Beranda PERISTIWA Kasus Dugaan VCS dan Pelecehan Siswi, Oknum Guru SMK Saintek Nurul Muslimin...

Kasus Dugaan VCS dan Pelecehan Siswi, Oknum Guru SMK Saintek Nurul Muslimin Terancam Dilaporkan ke Polisi‎

32
0
Gambar ilustrasi, Oknum guru SMKS Saintek Nurul Muslimin diduga lakukan perbuatan asusila. (AlexaPodcast.ID)
Gambar ilustrasi, Oknum guru SMKS Saintek Nurul Muslimin diduga lakukan perbuatan asusila. (AlexaPodcast.ID)

KARAWANG, AlexaPodcast.ID – Kasus dugaan tindakan asusila melalui media digital kembali menghebohkan publik. Kali ini, dugaan tersebut menyeret sejumlah oknum guru di SMK Saintek Nurul Muslimin, Kabupaten Karawang.

‎Salah satu oknum guru Bahasa Inggris berinisial AN, yang juga menjabat sebagai wali kelas, diduga melakukan video call sex (VCS) dengan seorang perempuan tanpa busana.

‎Peristiwa ini terungkap setelah pihak media menerima bukti berupa tangkapan layar video call yang memperlihatkan adegan tidak senonoh. Bukti tersebut didapatkan dari AF, mantan staf SMK Saintek Nurul Muslimin.

‎Tak hanya itu, muncul pula rekaman pengakuan dari oknum guru lainnya berinisial ARY, yang diketahui mengajar di SMK Saintek Nurul Muslimin sekaligus merangkap sebagai operator di MTs Nurul Muslimin.

Dalam rekaman tersebut, ARY mengaku pernah melakukan tindakan asusila terhadap seorang siswi dengan menyentuh bagian tubuh sensitif.

‎AF mengungkapkan bahwa dirinya telah mengumpulkan berbagai bukti terkait dugaan perilaku menyimpang para oknum guru tersebut. Ia mengaku muak dengan tindakan yang dinilai telah mencoreng dunia pendidikan.

‎“Semua sudah saya serahkan ke kuasa hukum dan akan saya laporkan, karena saya sudah muak dengan tingkah laku oknum tersebut yang memanfaatkan pendidikan demi memuaskan hasrat negatifnya,” kata AF, Senin (26/01/2026).

‎Menyikapi hal tersebut, AF bersama tim kuasa hukum sudah melayangkan somasi ke satu kepada pihak sekolah, yayasan, serta para terduga pelaku. Langkah ini dilakukan karena muncul dugaan adanya pembiaran dari pihak terkait.

‎AF menilai kecil kemungkinan pihak sekolah dan yayasan tidak mengetahui peristiwa tersebut.

‎“Kami akan melakukan somasi karena kami curiga kenapa pihak sekolah dan yayasan seolah diam saja. Ini harus diungkap agar tidak ada lagi korban,” ujarnya.

‎Selain itu, AF juga memastikan akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus ini ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Karawang serta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

‎“Saya bersama kuasa hukum akan melaporkan ke pihak berwajib, khususnya ke Unit PPA, karena kelakuan para oknum guru ini sudah di luar batas. Saya juga akan melaporkan ke Disdik Jabar agar sekolahnya bisa ditindak, karena saya curiga banyak kejanggalan di sana,” tegas AF.

‎Hingga berita ini ditayangkan, pihak sekolah maupun yayasan SMK Saintek Nurul Muslimin belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan yang melibatkan dua oknum guru tersebut.

Sikap diam tersebut menimbulkan dugaan adanya upaya menutupi persoalan yang tengah menjadi sorotan publik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini