Wamenkeu Sampaikan 5 Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru di Indonesia

2 minutes reading
Saturday, 18 Mar 2023 03:44 0 94 Redaksi Alexa

BALI – Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan lima sumber pertumbuhan ekonomi baru Indonesia dalam seminar internasional terkait penilaian kredit di Nusa Dua, Bali. Jumat,17/03/2023

“Tahun lalu pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,3 persen dan tahun ini kami berharap 5-5,3 persen,” kata Suahasil Nazara

Suahasil menerangkan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang pertama yaitu hilirisasi sumber daya alam yang memiliki nilai tambah tinggi.

Untuk sumber daya alam di Indonesia, perlu diproses lebih lanjut di Tanah Air, baik jangka pendek maupun jangka panjang sehingga menciptakan investasi dan lapangan pekerjaan baru.

Sementara, jelas dia, sumber kedua yaitu penggunaan produk lokal, pada tahun 2023 ditargetkan mencapai 95 persen dengan belanja produk lokal mencapai sekitar Rp1.171 triliun. Sebanyak 3,4 juta produk lokal sudah terdaftar dalam katalog elektronik.

Sumber ketiga adalah akselerasi ekonomi digital karena Indonesia menguasai sekitar 40 persen atau sebesar 77 miliar dolar AS, dari total nilai transaksi ekonomi digital di Asia Tenggara berdasarkan laporan e-Conomy South East Asia pada 2022.

Suahasil menyakini transaksi ekonomi digital Indonesia terus tumbuh hingga kini mencapai 22 persen dibandingkan 2021.

Selain itu, ekonomi hijau dan transisi energi dapat menjadi sumber ekonomi baru.

Dan tentunya penguatan UMKM, tegas Suahasil, merupakan salah satu pilar dalam struktur ekonomi Tanah Air.

“Indonesia memiliki sebanyak 63,9 juta usaha mikro atau sekitar 99,62 persen dari total keseluruhan usaha di Tanah Air,” terangnya.

Namun, sekitar 45 juta pelaku usaha kecil dan menengah masih membutuhkan tambahan pembiayaan. Dari jumlah tersebut, jelas dia, sebanyak 18 juta usaha kecil dan menengah termasuk ultra mikro yang belum mendapatkan akses keuangan, berdasarkan analisis Bank Rakyat Indonesia (BRI) pada 2022.

“Saya berharap, penilaian kredit salah satunya dari penyedia alternatif penilaian kredit (ICS), dapat memberikan terobosan bagi pelaku UMKM agar mereka dapat mengakses keuangan,” tegas Suahasil. (Siska)

Share Link :

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
error: Content is protected !!