Studi Baru: Rambut dan Hormon Stres Terkait dengan Risiko Penyakit Jantung

2 minutes reading
Friday, 26 May 2023 04:09 0 120 Redaksi Alexa

Karawang, AlexaPodcast.ID — Sebuah penelitian yang dilakukan di Belanda telah menemukan hubungan antara kondisi rambut dan kemungkinan adanya penyakit jantung pada seseorang, yang disebabkan oleh masalah hormon stres.

Masalah hormon stres sering kali terlihat pada kondisi rambut yang buruk, kuku yang terkelupas, atau kulit yang pecah-pecah. Fenomena ini juga dapat menjadi indikasi serius masalah kesehatan.

Sebagaimana dilansir dari laman Medicaldialy, Jumat (25/5/2023), hormon stres yang terdapat dalam rambut dan kulit kepala dapat memprediksi kemungkinan seseorang menderita serangan jantung atau stroke.

Dalam penelitian ini, para peneliti menganalisis data tingkat hormon dalam rambut dan kulit kepala dari lebih dari 6.000 sampel rambut yang diperoleh dari pria dan wanita dewasa. Sampel rambut tersebut kemudian dianalisis dan diikuti selama lima sampai tujuh tahun. Hasilnya, terdapat setidaknya 133 kasus penyakit kardiovaskular selama periode studi.

Individu dengan peningkatan kadar hormon kortisol dan kortison memiliki risiko dua kali lipat mengalami penyakit kardiovaskular. Namun, bagi individu yang berusia 57 tahun ke atas, tidak ditemukan hubungan kuat antara kortison dalam rambut dan kadar kortisol dengan penyakit kardiovaskular.

Profesor Elisabeth van Rossum, penulis studi dari Pusat Medis Universitas Erasmus di Rotterdam, menyatakan bahwa para peneliti berharap analisis rambut dapat berfungsi sebagai tes yang membantu dokter dalam mengidentifikasi individu yang berisiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular, sehingga dapat mengembangkan pendekatan pengobatan yang baru di masa depan.

“Harapan kami adalah bahwa analisis rambut pada akhirnya akan terbukti bermanfaat sebagai tes yang membantu dokter menentukan individu mana yang berisiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular,” ungkap Elisabeth.

“Kemungkinan di masa depan, penargetan efek hormon stres dalam tubuh dapat menjadi metode baru dalam pengobatan yang lebih terarah,” tambahnya.

Share Link :

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
error: Content is protected !!