Sadisnya Pak RW ini, Gegara Kunyit Warganya Disikat hingga Tewas

2 minutes reading
Monday, 26 Jun 2023 14:49 0 239 Redaksi Alexa

Seorang pria terkapar setelah dihantam menggunakan balok oleh seorang Ketua RW. Dengan luka parah di bagian kepala, korban pun dilarikan ke rumah sakit terdekat. Namun, nyawanya tak tertolong, hingga menghembuskan nafas terakhirnya. Aksi penganiayaan dipicu dari pencurian kunyit yang ditanam di pekarangan milik si Ketua RW.

AlexaPodcast,ID – Hari itu, Rabu 21 Juni 2023, sekitar pukul 14.30 WIB. Di sebuah kampung di Desa Kesamben Kulon, Kecamatan Wringinanom, Gresik, Jawa Timur, ada kehebohan dan kejadian menggegerkan.

Seorang pria, bernama Mujiono, 36 tahun ditemukan terkapar bersimbah darah dengan luka di kepala. Dia dihantam menggunakan balok, oleh Pak RW berinisial BN. Alasannya gegara ngambil kunyit yang ditanam di pekarangan Pak RW. Dan bukan hanya itu, ternyata korban juga sempat mengancam anak Pak RW dengan celurit.

Korban yang dalam kondisi luka parah di kepala, kemudian dibawa Rumah Sakit Ibnu Sina. Korban sempat menjalani perawatan selama dua hari, hingga kemudian menghembuskan nafas terakhirnya.

“Hasil pemeriksaan, selain korban sering mengambil kunyit di pekarangan rumahnya, Pak RW ini emosi karena anaknya pernah diacungi senjata tajam jenis celurit oleh korban,” ujar Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Aldhino Prima Wirdhan, Senin 26 Juni 2023.

Aldhino menjelaskan, dari keterangan sejumlah saksi yang diperiksa, tanah pekarangan yang ditanami kunyit itu sebelumnya merupakan milik orang tua korban. Namun, sudah lama dibeli Pak RW, sang pelaku.

“Korban ini sering mengambil kunyit milik pelaku karena masih merasa tanah itu adalah milik orang tuanya. Padahal sudah lama dibeli sama Pak RW itu,” ucap Aldhino.

Dijelaskan, tanah tempat kunyit itu ditanam terletak di belakang rumah pelaku. Sementara, rumah korban dengan rumah pelaku memang bersebelahan.

“Rumah pelaku dan korban ini berdempetan, tanah pelaku ini terletak di belakang rumahnya dan ditanami kunyit. Pelaku ini sering mengingatkan kepada korban jangan ambili kunyit, tapi nggak digubris. Karena korban merasa tanah itu masih milik orang tuanya,” pungkas Aldhino. (***)

Share Link :

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
error: Content is protected !!