Pilkada 2024: Antara Pragmatism Elite dan Kepentingan Rakyat

2 minutes reading
Monday, 8 Jul 2024 15:51 0 238 Redaksi Alexa

AlexaPodcast.ID – Partai politik di Indonesia saat ini terkesan mengalami krisis ideologi. Hal ini terlihat dari cara partai-partai tersebut membentuk koalisi menjelang Pemilihan Umum 2024 dan Pilkada serentak pada November 2024.

Tak sedikit partai Islam yang selama ini gencar menyuarakan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat, kini bungkam karena para elite partainya terang-terangan mengesampingkan ideologi demi kepentingan koalisi dan tawaran kekuasaan.

Koalisi partai politik yang tidak didasarkan pada persamaan ideologi ini tentu patut dicurigai. Apakah koalisi tersebut untuk mengatasi permasalahan bangsa atau hanya untuk kepentingan internal elite partai?

Koalisi tanpa persamaan ideologi juga akan menyulitkan masyarakat membedakan partai mana yang nasionalis dan mana yang Islam nasionalis.

Lebih lanjut, koalisi tanpa ideologi berdampak pada munculnya kelas elite minoritas yang berkuasa atas mayoritas, yang menyebabkan kemunduran demokrasi karena pragmatisme elite partai yang hanya mementingkan pembagian kekuasaan, bukan pelaksanaan demokrasi.

Mengabaikan posisi ideologi partai sama saja dengan mengingkari keragaman masyarakat Indonesia dan mempengaruhi wajah demokrasi di Indonesia, apakah mengalami penurunan partisipasi kepercayaan masyarakat atau tidak.

Koalisi partai politik tanpa ideologi hanya akan menciptakan kelas elite minoritas yang berkuasa atas mayoritas, mengakibatkan kemunduran demokrasi karena pragmatisme elite partai yang hanya mementingkan pembagian kekuasaan, bukan pelaksanaan demokrasi.

Pertanyaannya, seperti apa bentuk koalisi yang akan dibentuk dan dipertahankan oleh elite politik menuju Pilkada 2024? Apakah demi kepentingan pribadi atau untuk kepentingan masyarakat? (Lan)

Share Link :

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
error: Content is protected !!