Nyaneut Festival: Merayakan Tradisi Teh dalam Budaya Garut

2 minutes reading
Friday, 15 Sep 2023 04:41 0 100 Redaksi Alexa

GARUT, AlexaPodcast.ID — Nyaneut Festival, sebuah perayaan yang dipenuhi dengan nilai-nilai tradisi, sekali lagi memukau penduduk Garut di Lapang Situgede, Kecamatan Cigedug.

Festival ini menghidupkan kembali praktik minum teh Nyaneut, sebuah tradisi yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya tahunan Kabupaten Garut.

Nyaneut memiliki makna mendekatkan dan mempertemukan, sebagaimana dijelaskan oleh Ketua Komunitas Nyaneut, Dasep Badrussalam. Ia menjelaskan bahwa Sunan Gunung Jati adalah tokoh pertama yang memperkenalkan Nyaneut ketika berkarya di daerah Sunda, khususnya di Garut.

Sebelum memulai dakwahnya, Sunan Gunung Jati selalu mengumpulkan masyarakat untuk bersama-sama menikmati teh. Dasep Badrussalam mengatakan, “Sejak dahulu, sejak tahun 1.504, itu dibawanya oleh Sunan Gunung Jati ketika dakwah beliau ke daerah Sunda, khususnya di Garut. Sebelum beliau dakwah melalui media seperti kebudayaan, pendekatannya mungkin yaitu suka mengumpulkan dulu masyarakat, yaitu minum teh, metode itu minum air teh Nyaneut.”

Nyaneut bukan hanya sekadar nostalgia, melainkan juga memperkenalkan prosesi Nyaneut yang melibatkan ritual sebelum menikmati teh.

Dasep menyatakan bahwa tujuan dari Nyaneut adalah untuk memelihara kearifan lokal yang telah mengakar sejak lama, terutama di Kecamatan Cigedug.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, melihat Festival Nyaneut sebagai acara yang dapat mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Ia juga mengidentifikasi potensi ekonomi yang dapat dikembangkan dari festival ini, mengingat Kabupaten Garut memiliki lebih dari enam ribu hektar kebun teh dengan produksi hampir tujuh ton per tahun.

Beni berharap acara semacam ini dapat diadakan sepanjang tahun dan tidak hanya di Kecamatan Cigedug, tetapi juga di kecamatan lain.

Bahkan, ia telah meminta persetujuan dari Dasep, Ketua Komunitas Nyaneut, agar kegiatan ini bisa direplikasi di kecamatan lain.

“Kita bisa mencoba nanti pada awal Oktober, kegiatan Nyaneut ini bisa saya bawa dan dikenalkan kepada masyarakat,” ujar Beni.

Nyaneut Festival memiliki hubungan erat dengan sektor pertanian, yang merupakan fokus dari dinas yang ia pimpin. Dalam penjelasannya, Beni menyebutkan bahwa di Kabupaten Garut, terdapat sekitar 6 ribu hektar kebun teh dengan produksi teh hampir mencapai 7 ton per tahun.

“Nanti kita akan berdiskusi dengan Pak Wawan, serta dengan Dinas Pariwisata, karena di Garut, pembangunan utamanya adalah sektor pariwisata dan pertanian. Hampir semua budaya Sunda yang berkembang, terutama di Kabupaten Garut, memiliki hubungan yang erat dengan pertanian,” tambahnya.

Dengan demikian, ia berharap agar acara seperti Nyaneut dapat diadakan sepanjang tahun, tidak hanya di Kecamatan Cigedug, tetapi juga di kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Garut. (Ega Nugraha)

Share Link :

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
error: Content is protected !!