Nama Sekda Kota Bandung Kesenggol di Kasus Suap Yana Mulyana, Saksi di Persidangan Sebut Terima Fee

2 minutes reading
Monday, 10 Jul 2023 08:58 0 239 Redaksi Alexa

BANDUG, AlexaPodcast.ID – Nama Sekda Kota Bandung kesenggol dalam sidang lanjutan perkara suap Yana Mulyana di Pengadilan Tipikor Bandung, Ruang Utama PN Bandung, Jalan LL RE Martadinata, Kota Bandung, Senin 10 Juli 2023. Sekda Kota Bandung disebutkan oleh saksi ikut menerima fee dari proyek CCTV tersebut.

Dalam sidang terungkap, setiap proyek di Dishub Kota Bandung pada 2022 dipotong 10 persen sebagai fee. Uang fee itu salah satunya mengalir ke kantong Sekda Kota Bandung. Selain itu, ada juga Wali Kota Bandung dan Kepala Dishub Kota Bandung.

Seperti diketahui, dalam kasus suap ini, tiga terdakwa sudah diadili di persidangan. Ketiganya yakni Sony Setiadi, Direktur Utama PT Citra Jelajah informatika (PT CIFO), Benny Direktur PT Sarana Mitra Adiguna (PT SMA), dan Andreas Guntoro, Vertical Solution Manager PT SMA.

Mereka didakwa menyuap Wali Kota Bandung non-aktif Yana Mulyana senilai Rp888 juta. Duit tersebut diberikan agar ketiganya bisa menggarap proyek pengadaan jaringan internet atau ISP dan CCTV Kota Bandung.

Lanjutan sidang Senin 10 Juli 2022, dengan terdakwa Sony Setiadi, Direktur Utama PT Citra Jelajah informatika (PT CIFO), Benny Direktur PT Sarana Mitra Adiguna (PT SMA), dan Andreas Guntoro, Vertical Solution Manager PT SMA.

Dalam lanjutan sidang tersebut menghadirkan saksi Andri Fernando Sijabat, selaku Kepala Seksi Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung. Saksi lainnya adalah Yadi Haryadi, Yohanes dan Dimas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung.

“Saya kadang mengambilnya dari pihak swasta, kadang pihak ketiga juga yang mengantarkan langsung,” ujar Andri saat ditanya jaksa KPK Tito Djaelani.

Andri memaparkan, uang fee yang didapatkan dari berbagai proyek di Dishub Kota Bandung itu diberikan kepada Khairul Rijal selaku atasannya yang juga ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) Wali Kota Bandung.

Andri mengaku, dirinya mengetahui soal fee 10 persen tersebut, karena dipotong langsung dari pemborong. Andri kemudian menjelaskan terkait percakapan di WhatsApp yang ditampilkan jaksa yang berisi: April sebesar Rp500 juta.

Sepengetahuan Andri, fee sebesar Rp500 juta itu berasal dari pekerjaan yang dikerjakan oleh PT Sarana Lalulintas Indonesia. Pekerjaan dilaksanakan pada 2022 dengan nilai anggaran Rp2,3 miliar.

Kemudian, uang serupa juga didapat dari pengerjaan videotron sebesar Rp173 juta. Lalu ada beberapa proyek lain yang digarap, termasuk dari CCTV Huawei Rp708 juta. Sehingga total keseluruhan uang yang dikumpulkan mencapai Rp2,2 miliar.

Diketahui, pada 2022, jabatan Sekda Kota Bandung sendiri dijabat oleh Ema Sumarna yang kini menjabat Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bandung. (Jibay)

Share Link :

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
error: Content is protected !!