Kisruh Penyegelan Kios di Pasar Proklamasi Rengasdengklok, Para Pedagang Tagih Janji Bupati Celliica

2 minutes reading
Friday, 2 Feb 2024 04:27 0 389 Redaksi Alexa

KARAWANG, AlexaPodcast.ID – Sejumlah pedagang Pasar Proklamasi Rengasdengklok Karawang menjerit terancam gulung tikar karena tak mampu mengangsur cicilan kios.

Hal itu, dipicu akibat pedagang tidak bisa mencicil, dan membayar sewa kios, yang dikelola oleh PT Visi Indonesia Mandiri (VIM) tersebut.

Pedagang pasar Proklamasi Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, juga dihebohkan dengan penyegelan kios yang ditempatinya sejak awal menempati pasca relokasi tahun 2023 lalu.

Seorang pedagang Pasar Proklamasi Yanti (37) mengungkapkan, kiosnya disegel karena ia tidak bisa mengangsur cicilan kios. Jumat (02/01/2024).

Para pedagang pun sempat mengadu dan meminta solusi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang.

“Sebelumnya kita sudah bicarakan dengan PT VIM soal angsuran cicilan per hari yang dianggap memberatkan kita. Itu disaksikan oleh Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Rabu (31/1) kemarin di kantor bupati,” ungkap Yanti.

Dijelaskan Yanti, biaya yang harus diangsur oleh pedagang Los Pasar Proklamasi yang dikeluarkan oleh PT VIM beragam, sesuai dengan tipe dan posisi kios atau los

Tidak hanya itu, Dia juga mengatakan jika dirinya merasa menyesal karena telah percaya dengan janji Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana untuk pindah ke Pasar Proklamasi Rengasdengklok.

Sebab, katanya, sebelum dirinya pindah ke Pasar Proklamasi Rengasdengklok, Bupati Karawang menjanjikan kepada para pedagang pasar lama untuk mempermudah segala urusan perpindahan dan pengisian ke kios di Pasar Proklamasi Rengasdengklok.

Yanti mengaku sangat jengkel atas tindakan PT VIM yang langsung menyegel kios mereka, padahal di hari yang sama para pedagang dengan Disperindag telah membuka komunikasi dengan PT VIM secara langsung.

“Bayangin aja, kita selesai ngobrol dengan mereka (PT VIM) malamnya kios kita langsung disegel. Nuraninya dimana, di tengah kesulitan kita mendapatkan uang di Pasar Proklamasi yang masih sepi pengunjung, mereka minta kita menabung dengan jumlah segitu banyak, enggak sanggup kita,” kata Yanti.

Direktur Utama PT VIM Gregorius Samuel Jan angkat suara terkait persoalan penyegelan kios pedagang di Pasar Proklamasi Rengasdengklok Karawang.

Dikatakan Gregorius Samuel Jan atau yang sering disapa Yance, penyegelan kios tersebut memang benar dilakukan oleh pihaknya.

“Hal tersebut dilakukannya guna penegasan kepada para pedagang yang enggan melakukan akad jual beli kios di Pasar Proklamasi Rengasdengklok Karawang,” pungkasnya. (lan)

Share Link :

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
error: Content is protected !!