Kang Dedi Desak Polisi Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Guru di Karawang, Korban kini Alami Kebutaan

3 minutes reading
Sunday, 9 Jul 2023 16:45 0 350 Redaksi Alexa

KARAWANG, AlexaPodcast.ID – Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi desak polisi segera mengungkap kasus penyiram air keras kepada seorang guru di Karawang. Akibat penyiraman air keras tersebut, guru tersebut kini mengalami kebutaan.

“Apabila kasus ini benar adanya seperti itu, semoga pelaku bisa segera ditangkap dan diproses,” ujar sosok yang akrab disapa Kang Dedi, saat menemui guru tersebut, di rumahnya, di Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe, Kabupaten Karawang.

Guru tersebut bernama Eli Chuherli. Dia mengajar sejarah di SMKN 2 Karawang. Eli Chuherli kini tak bisa lagi melihat. Dia mengaku, kondisi tersebut karena disiram air keras oleh rekannya, berinisial AH.

Kepada Kang Dedi, Eli Chuherli memaparkan kronologi peristiwa yang menjadikan matanya mengalami kebutaan.

Peristiwa nahas itu terjadi pada 23 Mei 2023 lalu. Penyiraman bermula dari bisnis rental mobil jemputan bersama terduga pelaku, AH. Saat itu ia meminjam uang Rp 50 juta dari bank yang ia gunakan untuk bisnis mobil jemputan. Namun karena statusnya sebagai guru tak membuatnya leluasa, Eli bekerja sama dengan AH.

Eli mengaku, sebelumnya dia tak ada konflik dengan siapapun. Justru, kata Eli, AH yang ada masalah dengan mitra perusahaan.

Karena merasa tak enak, Eli meminta AH mengundurkan diri dari perusahaan. Saat itu AH menyetujui mundur sebagai direktur yang dicatatkan oleh notaris.

Beberapa hari setelah mengundurkan diri, AH tiba-tiba datang ke rumah Eli. Tak curiga, Eli pun menyambut AH dengan baik karena menganggap hubungan mereka masih baik. Ia pun menyilahkan AH untuk masuk ke dalam rumah.

“Pas saya mau duduk tiba-tiba dia siram saya pakai air keras. Airnya panas dan berasap. Kemudian dia langsung kabur,” kata Eli.

Setelah disiram air keras penglihatan Eli mulai kabur. Semakin lama penglihatannya terus menurun dan kini kedua matanya tak berfungsi.

Eli kemudian berobat, namun BPJS nya tidak bisa digunakan, karena dia korban penganiayaan. “Katanya bisa pakai BPJS tapi harus lapor dulu ke LPSK,” ucap Eli.

Eli yang merasa proses tersebut memakan waktu akhirnya memilih untuk mengobati matanya sendiri.

Namun karena panjangnya proses pengobatan, Eli sudah kehabisan uang dan hanya bisa pasrah dengan kondisi kedua matanya. “Menurut keterangan dokter, kata Eli, kornea kedua matanya sudah pecah sehingga harus dioperasi di RS Mata Cicendo,” kata Eli.

Kang Dedi yang mendengarkan cerita Eli itu kemudian memberikan bantuan untuk berobat mandiri ke RS Mata Cicendo.

“Bapak ke RS Cicendo nanti daftar umum saja dulu, saya nanti bantu. Ini harus langsung ditangani oleh dokter. Nanti saya siapkan segala biaya bapak berobat ke Cicendo. Pokoknya bapak sehat terus, terus semangat Pak Guru,” kata mantan Bupati Purwakarta dua periode itu. (Jibay)

Share Link :

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
error: Content is protected !!