Duh, Kota Bandung Juara Kasus Penyakit Sifilis, Ini Angkanya

2 minutes reading
Saturday, 10 Jun 2023 13:57 0 107 Redaksi Alexa

BANDUNG, alexapodcast.id – Angka kasus penyakit kelamin sifilis atau raja singa paling banyak ditemukan di Kota Bandung. Berdasarkan data skrining penyakit sifilis tahun 2018-2022 yang dilakukan di kota/kabupaten di Jabar, di Kota Bandung dari 29.552 orang diperiksa, hasilnya 830 positif sifilis.

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar Rochady HS Wibawa mengatakan, jumlah kasus sifilis atau raja singa di Jabar paling banyak ditemukan di Kota Bandung.

“Kota Bandung tergolong tinggi angkanya. Tapi kan kalau kalau dilihat ini aktifnya di area lokalisasi. Kalau dilakukan (skrining) menyeluruh ke setiap rumah, ini angkanya bisa lebih tinggi,” ujar Rochady HS Wibawa, Sabtu 10 Juni 2023.

Berdasarkan data skrining penyakit sifilis tahun 2018-2022 yang dilakukan di kota/kabupaten di Jabar, di Kota Bandung dari 29.552 orang diperiksa, hasilnya 830 positif sifilis.

“Kemungkinan, angka penderita sifilis di Kota Bandung bisa lebih tinggi lagi jika skrining dilakukan secara menyeluruh. Sebab, skrining yang dilakukan saat itu hanya di beberapa lokasi tertentu,” lanjut Rochady HS Wibawa.

Wilayah lain, sambung dia, juga diadakan pemeriksaan. Hanya, lanjut dia, angkanya fluktuatif sesuai jumlah dan kepadatan penduduk.

Dijelaskan Rochady HS Wibawa, Kota Depok yang tergolong kota metropolitan, kasus positif sifilis yang ditemukan sedikit dibandingkan Kota Bandung. Di Depok, dari 10.713 orang yang diperiksa hanya 3 positif sifilis.

“Bekasi dari 8.548 itu 53. Kalau masalah tergolong kecil atau besar itu tergantung jumlah responden yang kami periksa,” jelasnya.

Dinkes Jabar, kata Rochady HS Wibawa, memastikan, penanganan penyakit kelamin raja singa ini terus dilakukan oleh pemerintah, baik pusat, Pemprov Jabar, maupun kabupaten/kota. Obat untuk menyembuhkan penyakit ini juga telah tersedia di puskesmas masing-masing daerah tinggal masyarakat datang dan berobat.

“Obat sudah ada di Puskesmas dan RS. Di puskesmas, sesuai SOP dan lihat data, dari 3.188 (penderita sifilis berdasarkan data Kemenkes) yang tercatat rutin berobat sekitar 1.570 orang,” ucap dia.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jabar menjadi provinsi kedua tertinggi kasus sifilis. Hal ini diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan massif sejak 2018-2022.

Tercatat ada 305.816 orang yang diperiksa di Jabar, ditemukan 3.186 kasus positif sifilis, kemudian ada 1.500 di antaranya mendapatkan pengobatan. (***)

Share Link :

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
error: Content is protected !!