Daun Kelor, Pilihan Makanan Berkalsium Tinggi untuk Perbaiki Kondisi Gizi Anak

2 minutes reading
Tuesday, 31 Oct 2023 03:45 0 77 Redaksi Alexa

KARAWANG, AlexaPodcast.ID — Daun kelor, yang sebelumnya hanya dikenal sebagai tumbuhan biasa, kini mendapat perhatian sebagai pilihan makanan yang potensial untuk meningkatkan kondisi gizi anak, terutama yang mengalami stunting.

Dr. Andree Hartanto, seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi, mengungkapkan temuan menarik terkait manfaat daun kelor.

Menurut Andree, hasil penelitian menunjukkan bahwa daun kelor memiliki kandungan kalsium yang empat kali lebih tinggi dari susu, dan vitamin C yang tujuh kali lebih tinggi dari jeruk per seratus gram.

Andree, yang menyelesaikan pendidikan di Universitas Sam Ratulangi, menyampaikan temuannya dalam sebuah wicara bersama IKKT Pragati Wira Anggini yang dikutip dari Antara pada Senin (30/10).

Daun kelor juga kaya akan vitamin dan kalsium, dengan tingkat protein nabati tertinggi di antara semua jenis sayuran. Selain itu, daun kelor mengandung vitamin B dan zat besi.

Banyak jurnal ilmiah telah membuktikan manfaat daun kelor bagi kesehatan tubuh, khususnya dalam perbaikan gizi anak-anak yang mengalami stunting.

Andree menekankan bahwa meskipun susu sapi tidak tersedia, Tuhan menciptakan daun kelor yang kaya akan kalsium dan vitamin D. Oleh karena itu, daun kelor bisa menjadi alternatif yang sangat baik.

Tidak hanya untuk anak-anak, daun kelor juga sangat bermanfaat bagi ibu hamil. Makanan ini dapat meningkatkan kadar zat besi sebelum dan selama kehamilan serta saat menyusui, yang pada gilirannya dapat membantu mengurangi risiko anak mengalami stunting.

Meski begitu, Andree menjelaskan bahwa mengonsumsi daun kelor saja tidak cukup untuk memulihkan kondisi fisik anak yang mengalami stunting. Ibu juga harus memastikan bahwa anak-anak mereka mendapatkan cukup protein hewani dan nabati secara seimbang.

Kasus stunting di Indonesia pada tahun 2022 mencapai 21,6 persen dari populasi balita, mengalami penurunan dari angka sebelumnya sekitar 24,4 persen dalam satu tahun.

Sementara itu, pemerintah telah menetapkan target untuk mengurangi jumlah kasus stunting hingga mencapai 14 persen pada tahun 2024.

Hal ini menekankan pentingnya penerapan strategi yang holistik dalam penanganan stunting, yang melibatkan aspek konsumsi makanan bergizi bagi anak-anak dan faktor-faktor lainnya, seperti yang disampaikan oleh Andree. (JP)

Share Link :

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
error: Content is protected !!