Awas! Pura-pura Bahagia Ternyata Bahaya untuk Kesehatan Mental

2 minutes reading
Wednesday, 21 Jun 2023 04:16 0 117 admin

KARAWANG, AlexaPodcast.ID — Setiap orang pasti menghadapi masalah dalam hidupnya yang bisa membawa mereka pada titik terendah. Ketika itu terjadi, seringkali norma sosial mendorong kita untuk menutupi emosi yang sebenarnya. Tersenyum dan berpikiran positif menjadi tuntutan yang tak terelakkan.

Meskipun berpikiran positif dapat menjadi cara yang baik untuk mengalihkan perasaan sedih, namun seringkali kita tidak menyadari bahwa kita sebenarnya sedang berpura-pura bahagia. Padahal, perilaku ini dapat berdampak serius pada kesehatan mental kita.

Sebuah laporan dari Psychology Today pada Rabu (21/6/2023) mengungkapkan tiga bahaya yang dapat terjadi ketika kita terus-menerus memainkan peran bahagia yang palsu:

Memendam Emosi Bisa Jadi Bom Waktu
Menahan dan menyembunyikan emosi sejati di balik senyuman dan sikap pura-pura bahagia ibarat membawa bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak. Penelitian yang diterbitkan dalam Academy of Management Journal menemukan bahwa para pekerja yang berusaha memalsukan emosi mereka dan berpura-pura sepanjang hari justru mengalami penurunan keadaan emosional dari waktu ke waktu.

Percaya pada Kebahagiaan yang Tidak Realistis
Banyak orang beranggapan bahwa semakin sering mereka tersenyum, semakin positif perasaan mereka, dan semakin bahagia mereka. Namun sebuah artikel dalam Journal of Experimental Social Psychology menemukan temuan yang mengejutkan. Kesimpulannya menyebutkan bahwa orang yang terjebak dalam senyum palsu sebenarnya dapat berdampak buruk pada diri mereka sendiri, karena senyum tersebut bukanlah ungkapan dari kebahagiaan yang nyata dan realistis.

Menghalangi Dukungan dari Orang Lain
Ketika kita terus-menerus meyakinkan diri dan orang-orang di sekitar kita bahwa kita bahagia, padahal sebenarnya kita tidak merasakannya, kita juga menghambat orang lain untuk memberikan dukungan yang sebenarnya kita butuhkan. Dalam hal ini, gambaran palsu kita tentang kebahagiaan bisa membuat orang lain menganggap bahwa kita baik-baik saja dan tidak memerlukan bantuan. Padahal, pada kenyataannya kita mungkin membutuhkan dukungan kesehatan mental yang sangat penting.

Penting bagi kita untuk mengakui dan mengungkapkan emosi yang sebenarnya. Ini bukan berarti kita harus selalu mengekspresikan emosi negatif atau meledakkan emosi dengan tidak terkendali. Namun, dengan mengungkapkan emosi secara sehat dan mencari dukungan dari orang-orang terpercaya atau profesional kesehatan mental, kita dapat mengurangi tekanan emosional yang terpendam dan memperkuat kesehatan mental kita secara keseluruhan. (Ega Nugraha)

Share Link :

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
error: Content is protected !!