Aksi Pemberontakan kepada Putin Gagal, Bos Wagner Disebut Bagai Mayat Berjalan

3 minutes reading
Tuesday, 27 Jun 2023 12:59 0 253 Redaksi Alexa

AlexaPodcast.ID – Pemberontakan yang dipimpinnya kepada Presiden Rusia Vladimir Putin gagal, bos tentara bayaran Wagner Yevgeny Prigozhin kini disebut bagaikan ‘mayat berjalan’. Saat ini, Prigozhin tidak diketahui keberadaannya. Namun diperkirakan tidak akan bertahan hidup lama.

Adalah Presiden Eurasia Group Ian Bremmer, yang mengungkapkan hal tersebut. Dia berbicara dalam program ‘Squawk Box Asia’ pada Senin 26 Juni 2022 waktu setempat. Eurasia Group merupakan perusahaan konsultan risiko politik terkemuka yang berkantor di New York, Amerika Serikat (AS).

Dilansir CNBC, Selasa 27 Juni 2023, Bremmer berucap, “Dia bagaikan mayat berjalan pada tahap ini”.

“Saya akan sangat terkejut jika dia masih bersama kita dalam waktu beberapa bulan ke depan,” imbuhnya.

“Putin telah memenjarakan dan membunuh orang-orang untuk hal-hal lebih ringan daripada yang dilakukan Prigozhin terhadap dirinya,” sebut Bremmer.

“Tidak terbayangkan bagi saya bahwa Putin akan membiarkannya (Prigozhin-red) untuk hidup lebih lama dari yang diperlukan,” imbuhnya.

Pemberontakan bersenjata oleh tentara bayaran Wagner yang dipimpin Prigozhin, mantan sekutu Putin, pada akhir pekan lalu secara luas dipandang sebagai ancaman terbesar bagi kekuasaan Putin selama 23 tahun terakhir.

Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken menyebut kekacauan di Moskow mengungkap ‘retakan-retakan’ di dalam Kremlin, yang sebelumnya tidak terlihat.

Pemberontakan yang dipimpin Prigozhin menjadi hal baru yang belum pernah dihadapi Putin sebelumnya, yang sejauh ini selalu berhasil dengan cepat memadamkan unjuk rasa di Rusia.

Pada Sabtu 24 Juni lalu, barisan tentara bayaran Wagner berada di lokasi berjarak 200 kilometer dari Moskow sebelum Prigozhin memberi pengumuman mendadak untuk membatalkan aksi pemberontakan.

Sebagai bagian dari kesepakatan yang dimediasi Presiden Belarusia Alexander Lukashenko, sekutu Putin, Prigozhin akan mengasingkan diri ke Belarusia sebagai imbalan atas langkahnya membatalkan pemberontakan dan menarik mundur tentara bayaran Wagner kembali ke pangkalan mereka.

Kremlin juga setuju untuk membatalkan tuntutan pidana terhadap Prigozhin dan tentara bayaran Wagner terkait upaya pemberontakan bersenjata itu.

“Jelas hal ini menunjukkan tingkat kelemahan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada Presiden Putin,” sebut Bremmer dalam pernyataannya.

“Namun pada saat yang sama, saat Putin mengalami ujian yang belum pernah terjadi sebelumnya, tidak ada satu pun pembelotan tingkat tinggi dari militer Rusia, dari pemerintah Rusia, atau di antara para oligarki Rusia — jadi siapa saja yang meyakini Putin tiba-tiba … berada di ambang meninggalkan kekuasaannya, juga perlu menyadari bahwa itu sebenarnya tidak demikian,” jelasnya.

Keberadaan Prigozhin saat ini misterius, dengan menurut Reuters, dia terakhir kali terlihat di depan publik pada Sabtu (24/6) malam sedang menyapa orang-orang dengan senyuman dari mobil SUV yang ditumpanginya, saat dia bergerak mundur dari sebuah kota di Rusia yang diduduki tentaranya.

Prigozhin sebelumnya mengatakan dirinya akan berangkat ke Belarusia berdasarkan kesepakatan yang tercapai dengan Kremlin, yang dimediasi Lukashenko. Namun Gedung Putih AS dalam pernyataannya tidak bisa mengonfirmasi apakah Prigozhin kini sudah berada di wilayah Belarusia, yang bertetangga dengan Rusia. (***)

Share Link :

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
error: Content is protected !!